Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia Bergerak, RI Bidik Perdagangan Global Tanpa AS, Siap-Siap Bikin Kejutan Ekonomi!

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dunia Bergerak, RI Bidik Perdagangan Global Tanpa AS, Siap-Siap Bikin Kejutan Ekonomi! Doc: ANTARA/HO-PT Belawan New Container Terminal.
Ket. Suasana bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

JAKARTA – Diversifikasi pasar ekspor sangat penting karena membantu negara untuk mengurangi ketergantungannya pada satu atau beberapa pasar tertentu, meningkatkan stabilitas pendapatan, dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Dengan menyebarkan risiko, diversifikasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap guncangan eksternal.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa terdapat potensi ekonomi dan urgensi untuk mendiversifikasi mitra dagang serta memperkuat kerja sama regional, mengingat 87 persen perdagangan global berlangsung di luar keterlibatan Amerika Serikat (AS).

“Target kami memang memperluas pasar. Jadi, kalau kami melihat episentrumnya di Amerika untuk ketidakpastian dan gejolak ini, maka kami mencari daerah lain yang bisa dimasuki (oleh produk-produk Indonesia),” ucap Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (7/5).

Ia mengatakan bahwa Indonesia tetap harus waspada terhadap persaingan global dan menurunnya jumlah perdagangan karena ketidakpastian kebijakan (uncertainty) yang dilakukan oleh AS serta perang dagang yang sedang terjadi antara AS dengan Tiongkok.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, pihaknya memanfaatkan potensi pasar dan investasi dari berbagai forum kerja sama internasional, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Agreement, Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah juga tengah mempersiapkan paket deregulasi kebijakan untuk mendukung kemudahan perizinan berusaha dalam rangka menarik para investor serta menyiapkan strategi antidumping dengan memerhatikan safeguard dan daya saing industri dalam negeri.

Meskipun demikian, pihaknya tetap berupaya untuk segera menyelesaikan negosiasi penurunan tarif impor dengan pemerintah Amerika Serikat dalam 60 hari. Ia menuturkan bahwa putaran pertemuan untuk membahas inti perundingan tarif dengan AS sudah dimulai.

Delegasi Indonesia sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, seperti United States Trade Representative (USTR), Secretary of Commerce, Secretary of Treasury, National Economic Advisor, Semiconductor Industry Association, United States-ASEAN Business Council, United States-Industry Indonesia Society (USINDO), Asia Group, Amazon, Microsoft, dan Google.

“Yang dibahas mengenai tarif resiprokal. Jadi tarif resiprokal inilah yang kita dalam negosiasi untuk menurunkan tarif tersebut. Seluruh negara saat ini diberlakukan 10 persen itu hanya 90 hari, sesudah itu nanti kita lihat dari hasil pembicaraan,” ujarnya.

Di tengah kondisi perekonomian dunia yang penuh tantangan saat ini, Airlangga mengatakan bahwa perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang solid dengan pertumbuhan 4,87 persen year-on-year (yoy) pada triwulan I 2025.

Ia menyatakan bahwa pencapaian tersebut melampaui negara-negara ASEAN lainnya, kecuali Vietnam, serta negara-negara G20, kecuali Tiongkok.

“Jadi, kita menunjukkan bahwa di dalam situasi ketidakpastian, ekonomi Indonesia menunjukkan resiliensi, mempunyai daya tahan yang cukup tinggi,” katanya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 4,89 persen dan kontribusi 54,5 persen terhadap PDB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.