Dosen UGM Sebut Peningkatkan Integritas Sektor Pendidikan Butuh Kebijakan Radikal

Minggu, 04 Mei 2025, 23:54 WIB

Dosen UGM Sebut Peningkatkan Integritas Sektor Pendidikan Butuh Kebijakan Radikal

JAKARTA - Dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Dede Puji Setiono, mengatakan, peningkatan integritas sektor pendidikan butuh kebijakan radikal. Pasalnya, masalah integritas tidak hanya praktik mencontek, tapi juga persoalan gratifikasi.

Ket. Foto: Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) — Sumber: Istimewa

"Jika kita mau jujur, ini bukan sekadar masalah angka, melainkan pertanda bahwa nilai-nilai integritas masih kalah saing dengan budaya 'yang penting kelar'. Tetapi, sebagai akademisi, saya juga melihat ini sebagai kesempatan untuk merevitalisasi sistem," ujar Dede, dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi UGM, Minggu (4/5).

Dia mengusulkan kementerian yang mengurusi pendidikan untuk merancang program integritas berbasis bukti. Salah satunya dengan memasukkan modul anti-korupsi dalam kurikulum pelatihan guru atau membuat sistem penghargaan bagi sekolah yang transparan.

Dede menilai, adanya tantangan terbesar yaitu mengubah narasi bahwa 'kejujuran itu mahal'. Di sekolah, siswa jujur sering dianggap naif, sementara yang curang dipuji sebagai 'pintar mencari celah'.

"Anggapan ini adalah kegagalan sistem evaluasi yang terlalu kaku," jelasnya.

Dia menyebut, ujian nasional atau ujian ujian sejenis yang sifatnya menguji hapalan tanpa critical thinking menjadi momok yang memaksa siswa mencari jalan pintas. Padahal, di negara lain, seperti Finlandia misalnya, sudah membuktikan bahwa kurikulum fleksibel dan minim ujian standar justru melahirkan generasi kreatif.

Dede juga menyinggung marak praktik gratifikasi dan nepotisme di lingkungan kampus. Untuk mencegah dan mengatasi praktik ini pihak kampus harus mempublikasikan rincian anggaran secara real-time di platform daring sehingga masyarakat tahu tarif dan biaya di setiap layanan.

"Selanjutnya untuk sistem pengadaan barang harus melibatkan auditor independen, bukan sekadar panitia internal yang bisa diatur," katanya.

Sedangkan untuk menghilangkan budaya nepotisme di lingkungan kampus, menurutnya sudah saatnya pihak kampus menerapkan prinsip 'blind selection' dalam rekrutmen vendor atau staf secara lebih serius. Nama perusahaan dan pemiliknya disembunyikan saat penilaian proposal.

"Dengan begitu, 'koneksi' tak lagi jadi senjata utama. Dan yang terpenting, sanksi! Rektor atau kepala sekolah yang terbukti nepotisme harus dicabut jabatannya, bukan hanya diberi teguran," terangnya.

Dia berharap, jika seluruh kebijakan radikal tersebut dibuat, Dede berharap sekolah dan kampus Indonesia bisa jadi laboratorium integritas. Menurutnya, untuk mencapai hal tersebut, perlu revolusi mindset.

"Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi pembentuk karakter. Kurikulum harus diperbaiki, kurangi jam hafalan, tambahkan proyek sosial yang melatih empati dan kejujuran. Dan yang utama, jadikan integritas sebagai investasi, bukan beban," tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.