Sensasi Terbang Tandem di Atas Danau Maninjau
Jumat, 02 Mei 2025, 06:11 WIBPuncak Lawang di Kabupaten Agam Sumatera Barat Mulai bukan hanya menawarkan pemandangan alam berupa Danau Maninjau. Tempat ini menawarkan jembatan tali, menjajal perbukitan, flying fox, arung jeram, paintball, outbound, hingga aktivitas paralayang.
Paralayang adalah olahraga dan aktivitas rekreasi terbang bebas menggunakan parasut khusus (paraglider) yang dirancang untuk lepas landas dan mendarat di daratan, tanpa mesin. Sayap untuk terbang terbuat dari kain parasut yang terbentuk dari dua lapisan kain yang dijahit bersama dan membentuk sel-sel udara.
Lepas landas paralayang biasanya dilakukan dari lereng atau bukit yang tinggi, seperti di Puncak Lawang. Saat angin bertiup naik, sayap mengembang dan memungkinkan si penerbang untuk meluncur dari perbukitan.
Pilot mengontrol arah paralayang dan ketinggian menggunakan tali kemudi. Penerbangan tanpa mesin ini mengandalkan arus udara panas (thermal) dan angin naik (ridge lift) untuk tetap mengudara lebih lama.
Paralayang memang menjadi daya tarik lain destinasi ini. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi paralayang terbaik di Asia Tenggara. Pada 2018 tempat ini pernah menjadi tempat lomba paralayang tingkat internasional dengan nam Lomba Paralayang Internasional Agam 2018.
Perlombaan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Agam dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Perlombaan ini diikuti oleh berbagai peserta, dari luar negeri Vietnam, Swiss Belanda, Jerman, Filipina, Malaysia, dan Singapura.
Puncak Lawang berada pada ketinggian 1.210 meter dan kecepatan angin 20 km per jam yang cukup ideal untuk olahraga paralayang baik kelas nasional dan internasional. Meski bukan atlet pengunjung dapat merasakan sensasi terbang sambil menikmati pemandangan alam yang luar biasa dengan cara tandem.
Layanan open tandem paralayang di Puncak Lawang ditawarkan dalam 3 paket, yaitu paket paralayang untuk wisatawan Asing, paket dasar dengan fasilitas standar, dan paket Rancak Bana dengan full fasilitas. Tarinya sekitar 600 ribu hingga 800 ribu rupiah.
Penumpang tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti jatuh atau gagal mendapat di tempat sebenarnya karena orang yang menerbankan paralayang ini adalah mereka yang telah bergelut dalam olahraga ini atau atlet profesional.
Dari ketinggian mereka yang ikut terbang tandem akan dapat melihat perairan Danau Maninjau, Gunung Marapi, dan Gunung Singgalan. Melayang-layang di udara tanpa suara dan sejuknya udara di ketinggian menambah sensasi selena terbang. Angin di wajah yang menerpa terasa sejuk, menyegarkan, dan sangat alami.
Saat ikut terbang tandem wisatawan akan merasakan kombinasi unik antara sensasi terbang, ketenangan, dan adrenalin. Selain itu mereka merasaan perasaan bebas luar biasa seperti burung yang melayang tanpa suara mesin. hay
- Puncak Lawang
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.