- Home
-
- Luar Negeri
-
- Delegasi Russia di PBB Apr...
Delegasi Russia di PBB Apresiasi Trump atas Upaya Akhiri Konflik
Jumat, 02 Mei 2025, 01:10 WIBNEW YORK - Wakil Tetap delegasi Pemerintah Russia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dmitry Polyanskiy mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah menunjukkan itikad yang tulus ingin mengakhiri konflik di Ukraina. Atas tekad Presiden Trump itu, Moskow kata Polyanskiy berterima kasih atas semua upaya keras itu.
âSaya kira dia (Trump-red) sungguh-sungguh menginginkan perdamaian di Ukraina, dan dia benar-benar mengerahkan upaya besar untuk mewujudkannya. Dan kami sangat berterima kasih kepada pemerintahan baru tersebut,â kata Polyanskiy ketika diminta mengevaluasi hasil negosiasi damai Presiden Trump di Ukraina dalam 100 hari terakhir.
Seperti diberitakan Kantor berita Antara, sang diplomat juga mengatakan sangat penting langkah tersebut karena AS tampaknya memahami akar penyebab konflik Ukraina dengan cara yang benar.
Pada Minggu lalu diberitakan, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio berbicara dengan Menteri Luar Negeri Russia, Sergey Lavrov melalui telepon untuk menekankan pembicaraan mengenai langkah selanjutnya dalam perundingan damai antara Russia-Ukraina dan perlunya mengakhiri konflik saat ini juga.
Perbincangan via telepon tersebut menyusul kunjungan Utusan Khusus AS Steve Witkoff ke Moskow, di mana dirinya disambut oleh Presiden Russia Vladimir Putin.
Sanksi Tambahan
Sementara itu, Uni Eropa tengah mempersiapkan plan (rencana) B untuk mempertahankan sanksi terhadap Russia jika Amerika Serikat meninggalkan perundingan damai terkait Ukraina dan mencoba mendekati Moskow.
Sebagaimana dikatakan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas,
Washington diduga tengah mempertimbangkan apakah akan menarik diri dari proses penyelesaian Ukraina karena kompleksitas dalam negosiasi tersebut.
âAda juga rencana B, tetapi kita harus bekerja untuk rencana A, karena jika tidak, Anda berkonsentrasi pada rencana B dan itu akan terjadi,â kata Kallas kepada surat kabar Financial Times pada Rabu (30/4).
Lebih lanjut Kallas menambahkan bahwa negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington dan mitra internasional lainnya, untuk memastikan bahwa sanksi terhadap Russia diberlakukan.
Kallas mengakui bahwa dalam konteks pemberian bantuan militer kepada Ukraina, Eropa akan mengalami kesulitan untuk mengisi kekosongan jika Amerika meninggalkan negara itu.
Dia pun mengindikasikan bahwa rencana B memperhitungkan kemungkinan bahwa Hongaria akan memblokir perpanjangan rezim sanksi Uni Eropa terhadap Russia pada bulan Juli mendatang.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kontingen Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026
-
Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Layanan Makanan Pasien Dialihkan ke Katering
-
LRT Jabodebek Targetkan 30 Juta Penumpang pada 2026
-
BPBD Tulungagung Tambah Pasokan Air untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Aliran Sungai Cileungsi menghitam tercemar limbah
-
AS akan Jadi Penengah Dalam Pembicaraan Trilateral Ukraina-Russia Digelar Akhir Oktober
-
Drone Jet Russia Makin Canggih, Pertahanan Udara Ukraina Kewalahan Hadapi Serangan dari Langit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.