Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bogor Tawarkan Warga Kebon Kalapa Pindah ke Rusunawa Cibuluh

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 14:35 WIB | Oleh:
Pemkot Bogor Tawarkan Warga Kebon Kalapa Pindah ke Rusunawa Cibuluh Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Mitigasi kebencanaan terus menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk meminimalisasi korban akibat bencana. Salah satu upaya mitigasi yang dilakukan adalah dengan merelokasi warga.

Seperti warga yang tinggal di RT 05 Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah. Rumah mereka yang berada di sepadan Sungai Cisadane itu terancam longsor susulan.

Sebagai informasi, longsor pernah terjadi beberapa tahun ke belakang di lokasi tersebut, sehingga membuat beberapa rumah warga terancam longsor susulan karena bekas longsor belum diperbaiki.

“Mitigasinya tentu harus maksimal. Karena tidak hanya satu rumah yang berada di bantaran sungai, apalagi yang tidak memiliki surat yang sah,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat mengunjungi lokasi, Senin (28/4) siang.

Jenal mengatakan, memang lokasi ini harus mendapat perhatian karena khawatir longsor susulan bisa memakan korban.

“Kami Pemkot Bogor menawarkan sementara, kalau mau pindah ke Rusunawa di Cibuluh itu masih ada space. Untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, apalagi warga masih tinggal di sini,” tutur Wakil Wali Kota Bogor.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, warga melalui RT dan RW sedang melakukan pendataan, siapa saja yang akan direlokasi sementara ke rusunawa.

“Gratis (warga yang direlokasi ke rusunawa) kalau mau, nanti juga mobilisasinya kita bantu,” ucap Esti, sapaan akrabnya.

Sebagai informasi tambahan, perbaikan pasca longsor tersebut masih berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane (BBWSCC). Saat ini, bekas longsoran masih ditutup menggunakan terpal. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.