Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Myanmar Terdampak Gempa Masih Kesulitan

📅 Senin, 28 Apr 2025, 13:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Warga Myanmar Terdampak Gempa Masih Kesulitan Doc: NHK

MANDALAY - Senin (28/4) ini tepat satu bulan setelah gempa bermagnitudo 7,7 melanda Myanmar tengah. Namun, warga Myanmar yang selamat dari gempa dahsyat tersebut masih kesulitan untuk membangun kembali kehidupan mereka.

Junta militer Myanmar mengatakan lebih dari 3.700 orang tewas dan sekitar 60.000 rumah hancur atau mengalami kerusakan.

“Warga di daerah yang terkena dampak gempa masih terpaksa berlindung di luar rumah. Persediaan makanan dan obat-obatan terbatas,” lapor kantor berita NHK, Senin (28/4).

Seorang pria berusia 64 tahun tinggal di sebuah tenda di lapangan di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Pria tersebut mengatakan takut untuk tidur di rumahnya karena gempa lain bisa saja terjadi pada malam hari. Ia juga mengatakan saat ini bergantung pada bantuan pangan, tetapi ia khawatir jika kehabisan makanan.

Seorang pria berusia 27 tahun mengatakan ia melarikan diri dari pertempuran sengit antara militer dan pasukan prodemokrasi di Negara Bagian Kachin di Mandalay utara enam bulan lalu. Namun, gempa tersebut menewaskan istri dan putranya yang berusia satu setengah tahun.

Ia mengatakan masih bersedih atas kematian mereka, tetapi ada orang lain yang lebih menderita. Ia mengatakan ingin bekerja sama dengan orang lain agar tiap orang dapat hidup dengan aman.

Di Sagaing, Myanmar barat laut, wilayah yang dekat episentrum, listrik dan air ledeng masih belum tersedia di sejumlah daerah. Sebuah organisasi bantuan kemanusiaan mengatakan rumah sakit setempat hampir tidak mampu menerima pasien.

Rumah-rumah yang rata dengan tanah dan puing-puing masih belum tersentuh dan pembangunan kembali belum terlihat. Penduduk setempat membutuhkan bantuan berkelanjutan untuk membangun kembali kehidupan mereka. NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.