Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Real Madrid Terpuruk Setelah Kekalahan Ketiga dari Barcelona di Copa del Rey 2025

📅 Senin, 28 Apr 2025, 08:15 WIB | Oleh:
Real Madrid Terpuruk Setelah Kekalahan Ketiga dari Barcelona di Copa del Rey 2025 Doc: AFP
Ket. Kylian Mbappe menunjukkan kekecewaan saat Real Madrid kalah dari Barcelona dalam laga final Copa del Rey, Minggu (27/4).

SEVILLA, SPANYOL – Real Madrid yang selama ini membanggakan diri atas nilai 'señorio' — keanggunan, kehormatan, dan sportivitas — justru menunjukkan sebaliknya dalam akhir pekan yang suram bagi sepak bola Spanyol.

Los Blancos kembali dipermalukan rival abadi mereka, Barcelona, dalam final Copa del Rey yang menegangkan di Estadio La Cartuja, Sevilla. Madrid kalah 2-3 dan untuk ketiga kalinya musim ini takluk di tangan Blaugrana.

Perilaku Real Madrid sebelum laga dan setelah kekalahan memperkeruh suasana, dengan Antonio Rudiger, Jude Bellingham, dan Lucas Vazquez diusir keluar lapangan dalam hujan kartu merah yang mencoreng citra klub.

Dalam laporan wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea, Rudiger bahkan disebut melemparkan sebuah benda ke arahnya, yang bisa berujung sanksi berat. Rudiger dan Bellingham harus ditahan rekan-rekan setim saat mencoba menghadapi wasit setelah pertandingan.

Selama berbulan-bulan, Real Madrid secara terbuka mengkritik wasit Spanyol melalui saluran televisi resmi mereka. Pada bulan Februari lalu, mereka bahkan mengeluarkan surat terbuka yang menyebut wasit Spanyol "curang" dan "tidak kredibel".

Isu tersebut kembali memanas jelang final, setelah De Burgos Bengoetxea mengungkapkan dalam konferensi pers emosional betapa tekanan itu telah berdampak buruk pada kehidupan pribadinya dan rekan-rekannya. Rekan wasit VAR, Pablo Gonzalez Fuertes, bahkan mengisyaratkan kemungkinan aksi mogok massal.

Sebagai respons, Madrid menarik diri dari semua agenda resmi pra-pertandingan seperti konferensi pers, jamuan makan malam presiden, dan sesi foto.

Mereka sempat disebut mempertimbangkan mundur dari final, meskipun kemudian membantahnya, namun tetap mengklaim ada "permusuhan nyata" dari para wasit.

De Burgos Bengoetxea relatif berhasil menjaga jalannya laga tetap terkendali, meski banyak keputusan kontroversial terjadi. Barcelona sempat merasa dirugikan ketika Ferran Torres dijatuhkan Rudiger di kotak penalti tanpa hukuman.

Di masa injury time, wasit sempat memberikan penalti kepada Barcelona setelah Raphinha dijatuhkan, namun membatalkannya setelah tinjauan VAR, menilai kontak terlalu minimal.

Meski demikian, Madrid tetap merasa dirugikan. Jude Bellingham meluapkan kekesalannya di lorong stadion, mengeluh keputusan-keputusan menguntungkan Barcelona.

Saat Jules Kounde mencetak gol di menit ke-116, Madrid kehilangan kontrol sepenuhnya. Rudiger yang sudah digantikan melemparkan benda ke arah wasit, kemudian diusir keluar. Lucas Vazquez yang juga sudah digantikan, ikut mendapat kartu merah setelah masuk ke lapangan untuk memprotes, sementara Bellingham menyusul dikeluarkan setelah laga berakhir.

Bahkan pelatih Carlo Ancelotti mengaku tidak mengetahui kejadian itu secara detail, menandakan betapa timnya benar-benar kehilangan kendali.

Real Madrid kini terancam mengakhiri musim tanpa trofi setelah tersingkir dari Liga Champions dengan kekalahan telak 1-5 dari Arsenal, kalah dua kali dari Barcelona di Supercopa dan Copa del Rey.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.