Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat Sebut Lelang Frekuensi Percepat Pemerataan Akses 5G

📅 Senin, 28 Apr 2025, 20:39 WIB | Oleh:
Pengamat Sebut Lelang Frekuensi Percepat Pemerataan Akses 5G Doc: ANTARA/M Agung Rajasa
Ket. Ilustrasi - Seorang anak menggunakan telepon selular.

JAKARTA - Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai pentingnya pemerintah segera melelang spektrum pita frekuensi guna mempercepat pemerataan akses 5G di Indonesia.

Menurutnya, salah satu hambatan dalam pemerataan akses layanan 5G di berbagai wilayah Indonesia karena operator telekomunikasi terkendala pada alat produksinya yang berupa spektrum frekuensi, khususnya di pita 700 MHz dan 3500 MHz.

"Saat ini, perkembangan 5G masih belum seperti diharapkan sehingga masyarakat belum bisa menggunakannya secara maksimal dan merata di berbagai wilayah di Indonesia. Persoalan utamanya adalah karena operator terkendala alat produksi berupa spektrum frekuensi," kata Heru saat dihubungi Antara, Senin (28/4).

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah segera menggelar lelang frekuensi untuk para operator yang telah diwacanakan sejak tahun lalu.

Heru juga mengharapkan operator telekomunikasi mendapat insentif dengan harga spektrum frekuensi yang terjangkau, mengingat biaya perizinan dan operasional di daerah masih tinggi.

"Hal itu karena regulatory cost atau biaya terkait perizinan, penggunaan spektrum hingga retribusi di daerah masih tinggi, di mana total sekitar 12 persen, yang tentunya membuat bisnis telekomunikasi berbiaya tinggi," ujar dia.

Terkait kebutuhan 5G, Heru menyebutkan penggunaan teknologi tersebut sebaiknya diutamakan di kawasan pabrik atau untuk individu misalnya di kawasan perumahan melalui jaringan WiFi.

Sementara di sektor pendidikan dan kesehatan, menurutnya sudah ada satelit Low Earth Orbit (LEO) seperti Starlink dan Satria milik Bakti Komdigi yang mengisi kebutuhan layanan 5G.

"Segmen yang pas mungkin pabrik, kemudian yang pasti individu karena ponsel itu kan layanan individu, yang mungkin bisa ditingkatkan ke perumahan dengan layanan Wifi," ucap Heru.

Diketahui, dalam upaya mempercepat adopsi 5G, Kementerian Komdigi mengusulkan penerapan model Multi-Operator Core Network (MOCN), seperti yang telah berhasil diterapkan di Malaysia.

Model ini memungkinkan operator berbagi infrastruktur, sehingga dapat mempercepat ekspansi jaringan sekaligus menekan biaya investasi.

Selain itu, pemanfaatan infrastruktur milik PLN juga menjadi solusi strategis dalam memperluas jaringan telekomunikasi ke daerah-daerah yang masih minim akses internet. Ant

Dengan memanfaatkan tiang listrik PLN untuk distribusi serat optik, biaya investasi dapat ditekan hingga 67 persen, mempercepat penetrasi internet dengan lebih efisien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.