Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meresahkan, DPRD Minta Pemda Lombok Tengah Antisipasi Keberadaan LGBT yang Kini Mencapai 2.000 Orang

📅 Senin, 28 Apr 2025, 13:07 WIB | Oleh:
Meresahkan, DPRD Minta Pemda Lombok Tengah Antisipasi Keberadaan LGBT yang Kini Mencapai 2.000 Orang Doc: antara foto
Ket. Juru Bicara Gabungan Komisi DPRD Lombok Tengah Ahmad Syamsul Hadi.

LOMBOK TENGAH - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan antisipasi terhadap keberadaan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang dinilai cukup meresahkan saat ini.

“Hasil riset, jumlah LGBT di Lombok Tengah mencapai 2.000 orang,” kata Juru Bicara Gabungan Komisi DPRD Lombok Tengah Ahmad Syamsul Hadi saat sidang paripurna penyampaian hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah 2024 di Lombok Tengah, Senin (28/4).

Ia mengatakan perkembangan LGBT tersebut tidak bisa dibiarkan, karena secara moral tidak masuk akal dan dapat merusak generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pemerintah daerah (pemda) harus melakukan langkah untuk mengantisipasi perkembangan komunitas LGBT tersebut.

“Mereka memiliki komunitas, tetapi tertutup. Pemerintah daerah harus melakukan antisipasi mulai sekarang,” katanya.

Menurutnya, penyebab mereka menjadi LGBT banyak hal, mulai dari faktor keluarga, lingkungan, trauma pacaran, dan lainnya. "”ereka ini normal, sehingga harus diberikan pendampingan psikologis,” katanya.

Pihaknya mendorong pemda untuk berkontraksi dalam melaksanakan penanganan LGBT dengan memberikan bantuan konseling maupun modal usaha, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Data jumlah LGBT di Lombok Tengah itu hasil riset,” katanya.

Ia mengatakan keberadaan LGBT ini tidak bisa dibiarkan, karena dampak cukup besar baik terhadap kesehatan maupun dampak sosial serta bisa menyebabkan kasus HIV/AIDS. “Rata-rata usia mereka ini masih produktif di bawah 30 tahun,” katanya.

Sementara itu Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi perkembangan LGBT tersebut.

“Kami tentunya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena aktivitas mereka dilakukan secara tertutup,” katanya.

Selain itu pemda akan melakukan pembinaan dengan peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan, sehingga bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat. "Kami akan melakukan pelatihan kerja bagi mereka ke depannya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.