Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekeringan Melanda Dua Desa di Bima

📅 Senin, 28 Apr 2025, 15:36 WIB | Oleh:
Kekeringan Melanda Dua Desa di Bima Doc: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bima
Ket. Petugas BPBD Kabupaten Bima mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan karena mesin pompa air rusak di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian kekeringan yang melanda dua desa di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat kerusakan mesin pompa air.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Senin (28/4), mengatakan peristiwa kekeringan tersebut terjadi pada Sabtu (26/4) di Desa Tenga dan Kalampa,Kecamatan Woha.

"Masyarakat di dua desa tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih," kata Abdul.

Dia menjelaskan kerusakan mesin pompa menjadi penyebab utama terhambatnya pasokan air bagi warga. Akibat kejadian ini, sebanyak 128 kepala keluarga atau 370 jiwa terdampak.

BNPB mengkonfirmasi bahwa berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, kondisi tersebut sudah mulai teratasi. Tim reaksi cepat BPBD mendistribusikan bantuan air bersih dengan pasokan yang proporsional kepada masyarakat terdampak.

Meski demikian, kata Abdul, BNPB akan terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi serta mendorong percepatan perbaikan infrastruktur air di wilayah tersebut, hal ini penting sehingga tidak terjadi kondisi yang tak terkendali, karena dinamika peralihan musim dan dinamika atmosfer.

Kekeringan air di Kabupaten Bima bukan kejadian yang baru. Pada Oktober 2024, kekeringan meluas hingga 25 desa di 15 kecamatan, dengan Kecamatan Palibelo sebagai wilayah terdampak terparah. Saat itu, sekitar 11.015 jiwa mengalami kesulitan air bersih, dan BPBD Kabupaten Bima bersama lembaga non-pemerintah melakukan pendistribusian air bersih menggunakan enam hingga tujuh mobil tangki setiap hari. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Harga Cabai Rawit Rp150.000/Kg, Telur Ayam Rp29.500/Kg

36 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Harga Cabai Rawit Rp150.000...

Tren Positif Masih Lanjut, 21 Oktober 2026

44 menit yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Tren Positif Masih Lanjut, ...
Daerah
Apa Penyebab Kebakaran KMP ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.