Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prioritaskan Layanan Publik dan Bacaan Bermutu

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 18:35 WIB | Oleh:
Prioritaskan Layanan Publik dan Bacaan Bermutu Doc: Antara

Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI E Aminudin Aziz memastikan tetap memprioritaskan seluruh layanan publik dan penyediaan bacaan bermutu lewat distribusi 1.000 buku terus berjalan di tengah efisiensi anggaran.

"Kami memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal. Perpusnas masih buka hingga pukul 19.00 WIB dan tetap melayani pada hari Sabtu dan Minggu. Program bantuan bahan bacaan bermutu sebanyak 1.000 buku juga tetap dipertahankan di 10.000 titik yang meliputi perpustakaan desa/kelurahan, taman bacaan masyarakat, dan perpustakaan rumah ibadah," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Aminudin menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Perpusnas bersama Komisi X DPR RI yang diselenggarakan di Jakarta, pada Kamis (24/4) terkait penyampaian progres pelaksanaan program kerja dan dukungan anggaran Perpusnas Tahun Anggaran (TA) 2025.

Pada APBN 2025 pagu Perpusnas TA 2025 awalnya sebesar Rp721.684.480.000. Namun anggaran tersebut mengalami efisiensi sebesar Rp279.858.332.000 atau 38,78 persen, sehingga alokasi anggaran yang dapat digunakan sebesar Rp441.826.148.000 atau setara 61,22 persen dari pagu awal.

Namun Aminudin menyampaikan kekhawatiran terkait ribuan naskah kuno yang terancam rusak karena keterbatasan anggaran untuk program preservasi dan digitalisasi.

"Untuk naskah-naskah lama, kami belum bisa melaksanakan preservasi dan digitalisasi secara optimal karena keterbatasan anggaran. Namun itu bukan berarti kami tidak melakukannya. Kami memilah berdasarkan tingkat ancaman kerusakannya agar dapat diselamatkan sebaik-baiknya," ujar dia.

Guna mengatasi hal tersebut, Perpusnas melakukan pelestarian naskah berbasis masyarakat, dimana preservasi dan digitalisasi tersebut dilakukan oleh Perpusnas tidak terbatas sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai mitra yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, pemilik naskah, dan komunitas.

"Pelestarian berbasis masyarakat ini artinya kami berbagi tanggung jawab, sehingga naskah-naskah yang dimiliki oleh pemerintah daerah dan masyarakat dapat dilestarikan oleh mereka sendiri, dengan dukungan dari kami berupa tenaga ahli," ucapnya.

Sementara itu Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi upaya Perpusnas untuk mempertahankan kualitas layanan publik yakni tetap membuka layanan pada malam hari dan akhir pekan.

"Hal ini menjadi komitmen nyata Perpusnas dalam merespons kebutuhan masyarakat atas layanan perpustakaan, sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat memang merasakan manfaat dari layanan yang diberikan, meskipun efisiensi anggaran cukup signifikan," tuturnya.

Sementara itu anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana mengungkapkan kekhawatiran atas pemangkasan anggaran Perpusnas yang berdampak langsung pada upaya preservasi naskah kuno dan bahan pustaka kontemporer.

"Tahun ini hanya 1.900 dari total 10.300 naskah kuno yang bisa dipreservasi. Artinya, ada sekitar 8.400 naskah terancam punah. Ini menyangkut keberlangsungan pengetahuan dan peradaban Nusantara," katanya.

Bonnie juga mencatat dari 119.550 naskah kontemporer, hanya 33.200 yang dapat diselamatkan, sisanya berisiko rusak karena kondisi iklim tropis Indonesia yang lembab sehingga dapat mempercepat rapuh, apalagi jika tidak ditunjang fasilitas yang memadai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

54 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.