Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Kaji Perluasan Kawasan Zona Rendah Emisi Terpadu

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 15:05 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Kaji Perluasan Kawasan Zona Rendah Emisi Terpadu Doc: Istimewa

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mempercepat pengurangan emisi di Jakarta.

Terbaru, Pemprov DKI Jakarta bersama berbagai institusi nasional dan internasional seperti C40 Cities, Breathe Cities dan akademisi dari kawasan Asia Tenggara sedang mengkaji perluasan kawasan Low Emission Zone (LEZ) atau Kawasan Rendah Emisi Terpadu (KRE-T).

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris mengatakan, saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah mempercepat target pengurangan emisi. salah satunya dengan mengembangkan area kawasan rendah emisi terpadu.

“Kita menargetkan pengurangan emisi sebesar 30 persen pada tahun 2030. Dengan kebijakan yang lebih ambisius, pengurangan bisa mencapai 50 persen. Target akhirnya adalah tercapainya net zero emission pada tahun 2050, 10 tahun lebih cepat dari target nasional,” ungkapnya, Jumat (25/4).

Ia menyampaikan, Jakarta bisa belajar dari kota besar seperti Buenos Aires yang berhasil menerapkan kawasan rendah emisi secara bertahap.

“Mereka terus melakukan sosialisasi serta mengubah perilaku masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menegaskan komitmennya mendukung perluasan kawasan rendah emisi terpadu sebagai bagian dari strategi pengendalian polusi udara di Jakarta.

Asep menjelaskan, saat ini Jakarta memiliki dua kawasan rendah emisi yang berlokasi di Kawasan Kota Tua dan Tebet Eco Park sebagai percontohan. Namun, perluasan kawasan tidak hanya soal jumlah, tapi juga mengedepankan prinsip inklusivitas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.

“Kawasan rendah emisi itu sendiri sejatinya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari warga dengan memperhatikan kenyamanan, kesehatan dan keamanan. Dinas LH siap mendukung langkah-langkah perluasan kawasan rendah emisi tersebut,” papar dia.

Direktur Center for Innovation in Transportation (CENIT), Sergi Sauri Marchan menambahkan, Jakarta telah menerapkan kebijakan yang mendukung sektor KRE-T untuk mendorong terciptanya kota dengan udara bersih dan lingkungan berkelanjutan.

Menurutnya, Jakarta sudah memiliki berbagai kebijakan dalam upaya pengendalian emisi saat ini seperti low emission zone, kebijakan ganjil-genap kendaraan, Transit-oriented Development (ToD), larangan pembakaran sampah terbuka serta Program Kampung Iklim (ProKlim).a

“Agar kebijakan ini semakin berdampak, perlu ada kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif dari masyarakat. Investasi infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik dan jalur sepeda juga penting dilakukan, sambil terus melakukan edukasi berkelanjutan,” tandas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.