Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rayakan Seba Bersama Kepala Daerah, Warga Badui Siap 'Turun Gunung'

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 17:38 WIB | Oleh:
Rayakan Seba Bersama Kepala Daerah, Warga Badui Siap 'Turun Gunung' Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Ket. Sejumlah warga Suku Badui berkumpul saat acara akad pernikahan adat Badui di Kampung Kaduketug, Lebak, Banten.

LEBAK - Ribuan warga Badui Luar dan Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak siap "turun gunung" merayakan tradisi Seba bersama kepala daerah guna menjalin silaturahmi dan ungkapan rasa syukur selama setahun mengelola usaha pertanian ladang.

"Kami sebagai warga Badui Luar diharapkan bisa merayakan Seba bersama kepala daerah (bupati dan gubernur, red.) dan pejabat muspida," kata Santa (55), seorang warga Badui, saat ditemui di Lebak , Kamis (24/4).

Masyarakat Badui saat ini sudah mempersiapkan diri untuk merayakan Seba dengan membawa pisang hasil pertanian ladang.

Bahkan, dirinya bersama kelompoknya telah menyiapkan puluhan pohon pisang yang akan dibawa ke Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak dan Gubernur Banten.

Pertemuan warga Badui dengan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Gubernur Banten Andra Soni serta pejabat muspida merupakan upacara sakral yang harus dilaksanakan setiap tahun.

Perayaan tradisi Seba itu dengan membawa hasil pertanian untuk diserahkan kepada kepala daerah, sebagai ungkapan syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Komoditas pertanian ladang itu, antara lain pisang, beras huma, gula aren, kue tepung laksa, iris, ja'at, dan madu.

"Kami wajib melaksanakan perayaan Seba setahun sekali dan jika tidak dilaksanakan dikhawatirkan terkena malapetaka bencana karena titipan dari leluhur," katanya.

Sekretaris Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Medi mengatakan masyarakat Badui yang tahun ini merayakan upacara adat Seba Gede berjumlah 1.500 orang, terdiri atas Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik.

Masyarakat Badui Dalam hingga saat ini masih kuat mempertahankan adat dengan berpergian ke manapun berjalan kaki dan dilarang naik kendaraan.

Ciri-ciri masyarakat Badui Dalam dengan kekhasan berpakaian putih, celana putih, dan lomar atau kain penutup kepala yang juga berwarna putih.

Sedangkan, masyarakat Badui Luar dengan kekhasan pakaian hitam, celana hitam, dan lomar berwarna biru menerima modernisasi.

Warga Badui Luar ke manapun berpergian dibolehkan menggunakan angkutan, mobil, dan sepeda motor.

"Kami tahun ini menggelar Seba Gede atau kunjungan besar hingga 1.500 orang dan berharap berjalan lancar dan sukses," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.