Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Dorong Industri Pakan Ikut Stabilkan Harga Ayam Hidup

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 11:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kementan Dorong Industri Pakan Ikut Stabilkan Harga Ayam Hidup Doc: Kementan
Ket. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda (kiri)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong industri pakan dan para pelaku usaha rantai pasok perunggasan untuk berkontribusi dalam menyerap ayam hidup (livebird) dari peternak rakyat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan unggas sekaligus menstabilkan harga ayam di tingkat produsen.

Ajakan itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, dalam Rapat Koordinasi Dukungan Pakan terhadap Stabilisasi Harga Livebird di Jakarta, Rabu, 23 April 2025. Menurut Agung, upaya stabilisasi harga livebird membutuhkan gotong royong lintas sektor, terutama dari perusahaan pakan, pabrik pakan non-budidaya, dan pedagang bahan baku pakan.

“Kepada perusahaan pakan terintegrasi, saya minta untuk terus melakukan penyerapan ayam besar. Kepada pabrik pakan non-budidaya, saya juga meminta kontribusinya untuk menyerap livebird. Termasuk kepada para trader bahan pakan unggas, Saudara-Saudara juga kami minta ikut menyerap ayam dari peternak karena Saudara adalah bagian dari mata rantai bisnis pakan,” kata Agung di Jakarta, Rabu (23/4).

Ia menegaskan bahwa seluruh bentuk dukungan perlu dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai wujud komitmen terhadap upaya pemerintah menjaga harga livebird tetap layak.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa pangan hewani berbasis unggas kini menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan protein. Berdasarkan data partisipasi konsumsi 2024, 94 dari 100 penduduk mengonsumsi telur ayam, dan 66 dari 100 penduduk mengonsumsi daging ayam. Sebaliknya, daging sapi hanya dikonsumsi oleh 7 dari 100 penduduk.

“Dengan variabilitas pendapatan masyarakat, protein hewani berbasis unggas ini menjadi pilihan yang lebih terjangkau,” ujar Agung.

Namun, keberlanjutan produksi unggas sangat ditentukan oleh komponen biaya pakan yang mencakup lebih dari 70 persen dari total biaya budidaya. Data tahun 2024 menunjukkan produksi pakan nasional mencapai 18,4 juta ton, dengan 97 persen di antaranya merupakan pakan unggas.

Agung mengingatkan, harga pakan yang tinggi tanpa diimbangi oleh harga jual livebird yang memadai akan melemahkan semangat peternak rakyat. “Jika peternak berhenti produksi, maka permintaan terhadap pakan juga akan menurun, dan itu merugikan semua pihak,” katanya.

Direktur Pakan, Nur Saptahidhayat, menyatakan intervensi terhadap harga livebird dan distribusi pakan hanya akan efektif jika dilakukan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap para pelaku industri pakan menunjukkan empati terhadap nasib peternak yang merupakan mitra utama bisnis mereka. 

“Kami menunggu komitmen konkret Saudara-Saudara. Ini bukan sekadar soal bisnis, tapi juga soal keberlanjutan pangan nasional,” tutup Nur Saptahidhayat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.