Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Minder! Gubernur Kalteng Ajak Anak Muda: Bertani Itu Keren

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 16:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Minder! Gubernur Kalteng Ajak Anak Muda: Bertani Itu Keren Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Petani Milenial. 

SAMPIT - Mayoritas petani di Indonesia usianya sudah tua (rata-rata di atas 50 tahun). Tanpa regenerasi, ke depannya bisa kekurangan tenaga kerja pertanian. 

Petani muda cenderung lebih terbuka terhadap inovasi dan teknologi, seperti penggunaan drone, aplikasi pertanian, atau sistem irigasi otomatis, yang bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Generasi muda bisa membawa semangat kewirausahaan, seperti mengolah hasil tani jadi produk jadi (misal: keripik pisang, kopi kemasan), memanfaatkan e-commerce, dan membangun brand lokal.

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengajak masyarakat khususnya kawula muda untuk tidak malu menjadi petani, karena menurutnya bertani merupakan salah satu pekerjaan cukup menjanjikan.

“Pesan saya untuk masyarakat, khususnya yang muda-muda, jangan malu untuk bertani. Jangan setelah lulus kuliah hanya berorientasi menjadi pegawai negeri, karena sebenarnya petani juga cukup menjanjikan,” tegas Agustiar di Palangka Raya, Kamis.

Dia menyampaikan, dirinya baru saja mengunjungi Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur yang merupakan salah satu kawasan pertanian di daerah setempat.

Agustiar juga sempat berbincang dengan sejumlah petani dan mendengar langsung pengalaman dari para petani, yakni dengan bertani bisa menjadi sumber penghidupan menjanjikan dan menguntungkan.

“Contohnya, ada petani yang mampu menghasilkan dalam satu hektare lahan itu 5,5 ton beras dan kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp65 juta tergantung harga jualnya. Artinya bertani ini sangat menguntungkan, tidak kalah dengan pekerjaan lainnya,” ujarnya.

Ia pun berharap hal ini bisa menginspirasi masyarakat, khususnya kawula muda untuk ikut bertani. Karena bertani bukan hanya untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi Kalimantan Tengah merupakan satu di antara 14 provinsi yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai sentra produksi padi.

Agustiar menyebutkan, Kalimantan Tengah ditargetkan menanam padi seluas 45.000 hektare oleh pusat, sedangkan yang sudah dicapai sejauh ini adalah 23.000 hektare. Sedangkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sendiri memiliki target hingga 100.000 hektare.

“Dengan capaian kita sejauh ini, saya optimis target nasional itu bukan hal yang sulit. Kita sendiri memiliki target 100 ribu hektare untuk tahun ini,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Tolak Tekanan Uni E...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.