Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untaian Kisah Dibalik Kedekatan Mbok Yem dan Gunung Lawu, Kisah Legenda

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 21:30 WIB | Oleh:
Untaian Kisah Dibalik Kedekatan Mbok Yem dan Gunung Lawu, Kisah Legenda Doc: Dok. Istimewa
Ket. Ket. Sosok ibu bagi banyak pendaki ini dikenal ramah, dan tak pernah sekalipun meninggalkan posnya di puncak meski diterpa cuaca ekstrem. Dia juga sempat menolong wisatawan yang kelelahan, tersesat, atau sakit di jalur Lawu.

Mbok Yem memulai aktivitasnya dengan menjual jamu di Gunung Lawu. Melihat banyaknya pendaki yang membutuhkan makanan, ia kemudian membuka warung yang menyediakan menu sederhana seperti nasi pecel, nasi goreng, mie instan, dan kopi panas. Warungnya menjadi tempat peristirahatan bagi para pendaki yang lelah setelah menaklukkan medan berat gunung tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik, Mbok Yem dibantu oleh kerabat yang mengantarkan bahan makanan. Selain itu, ia juga memanfaatkan mata air Sendang Drajat untuk kebutuhan air bersih.

Tradisi Mudik dan Ketahanan Pribadi

Selama lebih dari 30 tahun, Mbok Yem memiliki tradisi mudik setiap Lebaran. Karena usianya yang lanjut, ia turun gunung menggunakan tandu yang diusung oleh beberapa pria. Selain saat Lebaran, ia juga turun gunung untuk menghadiri hajatan keluarga, seperti pernikahan cucunya citeturn0search1.

Meskipun tinggal jauh dari keramaian, Mbok Yem menunjukkan ketahanan pribadi yang luar biasa. Ia mampu bertahan hidup di tengah cuaca ekstrem Gunung Lawu yang bisa mencapai -5 derajat Celsius, serta menjalani kehidupan yang sederhana namun penuh makna..

Warisan dan Penghormatan

Warung Mbok Yem bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga simbol ketulusan dan semangat hidup. Banyak pendaki yang merasa terinspirasi oleh dedikasinya dan mengenangnya sebagai sahabat sejati di puncak gunung. Keberadaannya menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Gunung Lawu dan akan selalu dikenang oleh para pendaki yang pernah singgah di warung legendaris tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.