BI Waspada, Ekonomi Global Kian Galau Gara-Gara Tarif AS
Rabu, 23 Apr 2025, 15:34 WIBJAKARTA â Bank Indonesia (BI) memperingatkan ketidakpastian perekonomian global makin tinggi, didorong oleh kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan PemerintahAmerika Serikat (AS) ke sejumlah negara dengan besaran beragam.
Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025 serta langkah retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan dari sejumlah negara lain meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia.
âAkibatnya pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 diperkirakan akan menurun dari 3,2 persen menjadi 2,9 persen,â kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan April 2025 di Jakarta, Rabu (23/4).
Lebih lanjut, Perry mengatakan bahwa penurunan ekonomi yang terbesar terjadi di AS dan Tiongkok, sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi di negara maju dan negara berkembang lainnya juga diperkirakan akan melambat dipengaruhi dampak langsung dari penurunan ekspor ke AS dan dampak tidak langsung dari penurunan volume perdagangan dengan negara-negara lain.
Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok dan ekonomi dunia memicu peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong perilaku risk aversion pemilik modal.
Imbal hasil (yield) U.S. Treasury menurun dan indeks mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia atau DXY melemah di tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) di tahun ini maupun tahun depan.
Aliran modal dunia bergeser dari Amerika Serikat ke negara dan aset yang dianggap aman atau safe haven asset and safe haven countries, terutama aset keuangan di Eropa dan Jepang serta komoditi emas.
Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang masih berlanjut sehingga memberikan tekanan terhadap pelemahan mata uangnya.
âMemburuknya kondisi global tersebut memerlukan penguatan respon dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal, mengendalikan stabilitas, dan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,â kata Perry.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Aksi Kader Jumantik Garda Terdepan Pencegahan Wabah DBD
-
Mahfud MD Nilai Polri Berkinerja Baik, Jamin Rasa Aman dan Nyaman di Masyarakat
-
Latihan Timnas Indonesia jelang final ASEAN U-23 Championship
-
Pemerintah Kabupaten Subang Usulkan Pemekaran Desa untuk Efisiensi Pelayanan
-
Dari Deteksi hingga Prediksi: AI Mengubah Cara Indonesia Hadapi Serangan Siber
-
Pasar Tak Bergairah, IHSG Terkoreksi Meski Tipis Sepekan Ini
-
Masjid di Sleman Borong 11 Ton Singkong, Bantu Petani Gunungkidul Terselamatkan dari Harga Anjlok Cuma Rp500/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.