Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awal 2025, Mobil Listrik Tiongkok Catat Kinerja Positif di Indonesia

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 07:06 WIB | Oleh:
Awal 2025, Mobil Listrik Tiongkok Catat Kinerja Positif di Indonesia Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Kolase foto Chery J6 (kiri), Wuling Air EV (kanan atas), dan BYD Sealion 7 (kanan bawah) yang dipamerkan di IIMS 2025, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

JAKARTA - Penjualan kendaraan roda empat dari merek-merek Tiongkok pada kuartal pertama (Q1) 2025 menunjukkan kinerja positif meski industri otomotif domestik secara keseluruhan sedang melemah.

Menurut data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pengiriman mobil dari pabrik ke diler dalam jumlah besar, yang disebut penjualan wholesale, oleh berbagai merek asal Tiongkok pada kuartal pertama tahun ini mencapai 20.496 unit, meningkat 154 persen dibandingkan tahun lalu saat penjualan mobil wholesale justru turun 4,7 persen. Tren serupa juga terjadi pada penjualan retail.

Faktor utama yang menyebabkan peningkatan ini adalah semakin banyaknya merek Tiongkok yang masuk ke pasar Indonesia dalam setahun terakhir, khususnya di segmen kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sekitar 10 merek baru asal Tiongkok diluncurkan di Indonesia sejak awal tahun lalu. Salah satunya adalah BYD yang mencatatkan penjualan wholesale hampir 6.000 unit dalam tiga bulan pertama tahun ini, menjadikannya merek terlaris ke-9 secara nasional.

 "Pertumbuhan eksplosif merek-merek Tiongkok menunjukkan kekontrasan yang tajam terhadap pelemahan kinerja pasar otomotif secara keseluruhan," kata pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu.

Yannes menyebut kesuksesan penjualan merek-merek Tiongkok terutama dikarenakan menyasar segmen kendaraan listrik, pasar baru yang jumlah kompetitornya belum sebanyak kendaraan konvensional. Di sisi lain, kehadiran BYD, Aion, hingga Geely berhasil menawarkan nilai produk yang kuat kepada konsumen domestik melalui harga yang kompetitif serta kualitas produk yang canggih.

Pada kuartal pertama tahun ini, merek-merek Tiongkok berkontribusi 10 persen terhadap penjualan wholesale di Indonesia, meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang masih kurang dari 4 persen. Yannes meyakini persentase tersebut masih akan terus meningkat seiring melonjaknya permintaan kendaraan ramah lingkungan dan insentif pemerintah untuk EV. Di sisi lain, merek-merek Tiongkok juga mulai memasuki ceruk pasar baru, seperti kendaraan hybrid.

Sementara itu, Riyanto Umar, seorang peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), mengatakan bahwa kinerja positif merek-merek Tiongkok salah satunya dikarenakan mayoritas pembeli mobil listrik berasal dari kelompok masyarakat berpendapatan tinggi yang daya belinya tidak terpengaruh secara signifikan oleh pelemahan ekonomi, yang mana mereka membeli mobil listrik sebagai kendaraan kedua atau ketiga.

Lima merek mobil Tiongkok terlaris pada Q1 tahun ini di Indonesia semuanya memproduksi mobil listrik. Kelimanya adalah BYD, Wuling, Chery, Denza, dan Aion. Riyanto meyakini pangsa pasar pabrikan Tiongkok di Indonesia masih akan terus meningkat seiring melonjaknya penggunaan kendaraan listrik. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.