Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh, Menteri LHK Kunjungi Bantul karena Urusan Banjir dan Sampah

📅 Senin, 21 Apr 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Waduh, Menteri LHK Kunjungi Bantul karena Urusan Banjir dan Sampah Doc: Dok. Istimewa

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke kawasan terdampak banjir di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Minggu (20/4/2025). Kunjungan ini merupakan respons langsung atas bencana banjir yang kembali melanda wilayah tersebut, dipicu oleh curah hujan ekstrem dan perubahan tata ruang yang signifikan.

Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, Menteri Hanif menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lanskap dan tutupan vegetasi, terutama di wilayah hilir.

“Dulu tutupan vegetasi di DIY mencapai 18.000 hektare, kini hanya tersisa 9.000 hektare. Aktivitas pertambangan dan pembangunan perumahan telah mengurangi kemampuan alam dalam menyerap air. Kami akan mengirim tim pengawasan untuk mengevaluasi situasi ini dan merumuskan langkah lanjutan bersama pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Selain isu banjir, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Menteri Hanif menyampaikan bahwa pemerintah tengah merancang skema pengolahan sampah menjadi energi listrik, dengan PLN sebagai pembeli energi hasil olahan tersebut dengan harga yang layak.

“Bantul sangat potensial untuk program ini karena menerima pasokan sampah dari seluruh wilayah DIY, dengan volume mencapai 1.000 ton per hari. Program ini akan didorong lewat kolaborasi lintas kabupaten dan penyederhanaan regulasi, meskipun implementasinya masih menunggu keputusan Presiden,” katanya.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang turut mendampingi, menekankan bahwa persoalan banjir tidak bisa dilihat dari satu sisi semata. “Bantul adalah wilayah hilir dari seluruh sistem perairan di DIY. Maka perubahan tutupan lahan di kawasan hulu harus benar-benar diperhatikan agar banjir semacam ini tidak terulang,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, turut menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan rehabilitasi lingkungan untuk menjaga daya serap tanah. “Saat ini tutupan vegetasi di DIY tercatat 30 persen, yang sebenarnya sudah proporsional. Tapi dengan pertumbuhan pembangunan perumahan, kami tetap intens melakukan upaya pemulihan agar daya dukung lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.