Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jateng Fokus Swasembada Pangan di 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Antarwilayah

8 Senin, 21 Apr 2025, 21:00 WIB | Oleh:
Jateng Fokus Swasembada Pangan di 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Antarwilayah Jateng Fokus Swasembada Pangan di 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Antarwilayah Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat Musrenbangwil eks Karesidenan Pati, di Pendopo Kabupaten Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (21/4).

PATI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menegaskan arah pembangunan daerah untuk tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan sektor pangan, menyusul penyelesaian infrastruktur dasar dan pelayanan publik yang menjadi prioritas pada tahun 2025.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Karesidenan Pati, yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (21/4).

Dalam forum yang dihadiri perwakilan dari lima daerah — Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora — Luthfi menekankan pentingnya kesinambungan antarprogram pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Semua perencanaan harus terintegrasi dan berjenjang. Tidak boleh ada yang berjalan sendiri-sendiri. Dengan begitu, arah pembangunan kita lebih terukur,” ujar Luthfi.

Musrenbangwil ini menjadi momen strategis untuk menghimpun berbagai persoalan riil di daerah. Masukan dari pertemuan ini akan disusun dalam rancangan pembangunan provinsi yang lebih luas pada Musrenbang tingkat Jawa Tengah.

Secara khusus, Gubernur meminta kepala daerah memprioritaskan pemetaan masalah yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan.

Ia menilai, sebagai salah satu tulang punggung produksi pangan nasional, Jawa Tengah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kestabilan suplai.

“Kalau ingin swasembada, kita harus tahu masalahnya di mana. Lahan-lahan rawan kekeringan harus segera diintervensi. Apakah lewat sumur dalam, irigasi baru, atau teknologi lain. Harus konkret,” tegasnya.

Jawa Tengah sendiri ditargetkan mampu menyumbang hingga 11 juta ton padi selama tahun 2025.

Hingga April, produksi sudah mencapai 4,9 juta ton — angka yang cukup menggembirakan dalam mendekati target nasional.

Di sisi lain, Gubernur juga menyoroti pentingnya pengembangan wilayah aglomerasi, khususnya di eks Karesidenan Pati yang memiliki keunggulan di sektor pertanian, perikanan, dan industri.

Kolaborasi lintas daerah menurutnya menjadi kunci untuk membentuk kawasan ekonomi baru yang kuat dan saling mendukung.

“Bupati-bupati tidak bisa lagi bekerja sendiri. Mereka harus duduk bareng, sepakati prioritas pembangunan lintas batas, dan dorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru,” kata Luthfi menutup arahannya.

Musrenbangwil kali ini juga menjadi awal dari proses perencanaan pembangunan partisipatif di tingkat provinsi.

Nantinya, Musrenbang Jawa Tengah akan mengundang tokoh masyarakat dan forkopimda untuk merumuskan kebijakan final pembangunan tahun 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Perum Bulog Bandung Jamin S...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.