Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaspersky: 35 Persen Serangan Siber 2024 Berlangsung Sebulan Lebih

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 21:58 WIB | Oleh:
Kaspersky: 35 Persen Serangan Siber 2024 Berlangsung Sebulan Lebih Doc: (Pexels/Tima Miroshnichenko)
Ket. Ilustrasi Ransomeware pada sistem TI.

JAKARTA - Menurut siaran pers perusahaan pada Rabu (16/4), pada tahun 2024 durasi rata-rata serangan siber jangka panjang berdasarkan pengukuran dalam median hari adalah 253 hari.

Laporan analis Kaspersky Incident Response terbaru menyebutkan bahwa 35,2 persen dari serangan siber yang terjadi pada tahun 2024 merupakan serangan jangka panjang yang berlangsung lebih dari sebulan.

Sedangkan rata-rata durasi respons insiden menurut laporan analis selama 50 jam, yang menunjukkan kompleksitas dan tantangan dalam upaya mengurangi dampak serangan.

Dampak utama dari serangan siber jangka panjang diidentifikasi sebagai enkripsi dan kebocoran data, yang menimbulkan risiko signifikan bagi organisasi.

Vektor awal untuk serangan sebagian besar mencakup eksploitasi yang menargetkan aplikasi yang diakses publik, memanfaatkan hubungan terpercaya dan akun yang valid.

Menurut Kepala Tim Tanggap Darurat Global Kaspersky Konstantin Sapronov, temuan tim menunjukkan bahwa ketahanan penyerang di dunia siber kian meningkat seiring dengan kemajuan teknologi.

Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut mendorong organisasi untuk tidak hanya merespons tetapi juga secara proaktif mengantisipasi dan mengadaptasi langkah-langkah keamanan.

Kaspersky menyampaikan perlunya penerapan solusi keamanan siber yang tangguh, pengerahan praktisi berkualifikasi, dan penggunaan layanan keamanan yang terkelola seperti Managed Detection and Response dan Incident Response untuk memperkuat perlindungan perusahaan terhadap serangan canggih.

Layanan keamanan yang mencakup siklus manajemen insiden lengkap mulai dari identifikasi ancaman hingga perlindungan dan perbaikan berkelanjutan ini dapat mendukung upaya perlindungan terhadap serangan siber yang sulit dideteksi dan penyelidikan insiden. 

Selain itu, layanan keamanan menawarkan dukungan ahli kalau perusahaan kekurangan pekerja keamanan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.