Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pola Makan Sederhana Bantu Lindungi Jantung Pekerja Shift Malam

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 17:11 WIB | Oleh:
Pola Makan Sederhana Bantu Lindungi Jantung Pekerja Shift Malam Doc: ANTARA/Novrian Arbi
Ket. Ilustrasi tenaga medis melakukan pemeriksaan jantung pasien saat pemeriksaan kesehatan gratis di UPTD Puskesmas Puter, Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA - Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, para peneliti mencatat bahwa orang yang bekerja pada shift malam menghadapi lebih sedikit faktor risiko kesehatan jantung jika mereka hanya makan di siang hari.

Penelitian terbaru ITU menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam waktu makan dapat memberikan efek perlindungan pada kesehatan jantung.

"Penelitian kami mengendalikan setiap faktor yang dapat Anda bayangkan yang dapat memengaruhi hasil, jadi kami dapat mengatakan bahwa efek waktu makanlah yang mendorong perubahan faktor risiko kardiovaskular ini," kata peneliti utama Dr. Sarah Chellappa sebagaimana yang dikutip dari Medical Daily, Jumat (11/4).

Penelitian sebelumnya oleh tim peneliti yang sama mengungkapkan bahwa ketidakselarasan sirkadian, ketika aktivitas sehari-hari seperti makan dan tidur tidak sinkron dengan jam internal tubuh, dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular secara signifikan.

"Kami ingin memahami apa yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko ini, dan penelitian baru kami menunjukkan bahwa waktu makan dapat menjadi targetnya," kata peneliti senior Frank Scheer.

Penelitian telah menunjukkan bahwa menyelaraskan waktu makan dengan jam tubuh internal dapat membantu mengurangi risiko jantung pada mereka yang terjaga sepanjang malam, tetapi penelitian tersebut didasarkan pada uji coba pada hewan.

Guna memahami bagaimana hal itu mempengaruhi manusia, para peneliti mengevaluasi 20 orang muda yang sehat dalam studi laboratorium tidur selama dua minggu di Brigham and Women's Center for Clinical Investigation.

Peserta ditempatkan di lingkungan yang terkendali, tanpa akses ke cahaya alami, jam, atau perangkat elektronik, yang secara efektif memutus hubungan mereka dari isyarat waktu. Setelah terjaga selama 32 jam untuk mengganggu jam tubuh mereka, mereka memulai rutinitas shift malam yang disimulasikan.

Selama percobaan ini, beberapa peserta secara acak ditugaskan untuk makan hanya pada siang hari, sementara sisanya diizinkan makan pada malam hari seperti yang dilakukan sebagian besar pekerja shift. Semua pekerja memiliki jadwal tidur yang sama untuk menghilangkan perbedaan apa pun karena jadwal tidur.

Para peneliti mencatat bahwa para peserta yang makan sepanjang malam mengalami peningkatan faktor risiko terkait jantung setelah shift malam.

Sementara itu, para peserta yang membatasi makan mereka pada jam-jam siang hari tidak mengalami peningkatan tersebut, meskipun mereka mengonsumsi makanan yang sama.

"Temuan ini menunjukkan bahwa makan di siang hari, meskipun waktu tidurnya tidak tepat, dapat mengurangi perubahan faktor risiko kardiovaskular dan menawarkan bukti translasi untuk mengembangkan strategi perilaku guna membantu meminimalkan perubahan yang merugikan pada faktor risiko kardiovaskular pada individu yang terpapar ketidakselarasan sirkadian, seperti pekerja shift," para peneliti menyimpulkan.

Meskipun studi skala besar diperlukan untuk mengonfirmasi efek kesehatan jangka panjang dari makan di siang hari dibandingkan makan di malam hari, para peneliti mencatat bahwa temuan studi tersebut "menjanjikan." Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.