Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PHRI Samarinda Sebut Kebijakan Efisiensi Belum Berdampak pada Hunian Hotel

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 13:12 WIB | Oleh:
PHRI Samarinda Sebut Kebijakan Efisiensi Belum Berdampak pada Hunian Hotel Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi tingkat hunian hotel di Samarinda, Kaltim.

SAMARINDA - Kebijakan efisiensi anggaran yang diprogramkan oleh pemerintah dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel di Kota Samarinda hingga awal April 2025.

Hal tersebut disampaikan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Samarinda, Minggu (13/4).

“Fluktuasi tingkat hunian hotel merupakan siklus tahunan yang lazim terjadi," demikian Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Samarinda Leny Marlina di Samarinda.

Menurutnya, periode awal tahun, yakni Januari hingga Mei, merupakan masa sepi (low season) bagi industri perhotelan di Kota Tepian.

Leny menuturkan pada periode low season, kamar-kamar hotel di Samarinda lebih banyak diisi oleh wisatawan domestik, terutama dari kota/kabupaten sekitar seperti Bontang, Kutai Kartanegara (Kukar), hingga Kutai Timur yang berkunjung untuk berlibur.

Namun, PHRI Samarinda pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, baik pusat dan daerah, akan berdampak pada industri perhotelan pada masa satu tahun.

Kegiatan-kegiatan instansi pemerintah, lanjut Lenny, seringkali mulai ramai pada triwulan kedua dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga Desember.

Leny mengakui kegiatan-kegiatan pemerintah memberikan kontribusi terhadap pendapatan hotel di Samarinda. Sehingga jika terjadi pengurangan anggaran yang berimbas pada kegiatan pemerintah minim di hotel, potensi penurunan pendapatan tidak dapat dihindari.

Menyikapi kekhawatiran tersebut, PHRI Samarinda belum menerima keluhan terkait dampak efisiensi anggaran pemerintah dari para anggota, termasuk informasi mengenai pengurangan karyawan atau bahkan pemutusan hubungan kerja di sektor jasa perhotelan Samarinda akibat kebijakan tersebut.

Leny menambahkan kebutuhan kamar hotel di Samarinda masih cukup tinggi, terutama pada saat masa ramai (high season). Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dalam dua tahun terakhir turut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap tingkat hunian hotel di Samarinda.

Mengenai potensi dampak efisiensi anggaran di tengah geliat ekonomi akibat IKN, Leny menilai bahwa tingkat hunian kamar hotel Samarinda masih tergolong aman. Kota Samarinda memiliki pasar dan konsumen yang tidak hanya bergantung pada kegiatan pemerintahan.

"Selain agenda kedinasan, aktivitas bisnis juga menjadi faktor penting yang mendorong tingkat hunian hotel di Samarinda," kata Leny.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.