Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Sumbar petakan sentra padi untuk jaga kesinambungan pangan

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Bulog Sumbar petakan sentra padi untuk jaga kesinambungan pangan Doc: Antara/Fandi Yogari
Ket. Petani melepaskan bulir padi saat musim panen di Provinsi Sumatera Barat.

Padang -- Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) sedang memetakan sejumlah kabupaten dan kota di provinsi setempat penghasil padi untuk menjaga kesinambungan pangan terutama ketika musim paceklik.

"Setelah serapan gabah atau beras yang ditargetkan pusat terpenuhi, Bulog akan membangun atau memetakan daerah-daerah sentra padi," kata Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar, Darma Wijaya di Padang, Selasa.

Darma mengatakan dengan memetakan daerah penghasil padi maka pemerintah setidaknya bisa memprediksi tingkat kebutuhan serta menjaga keberlanjutan pangan di Ranah Minang.

Selain itu, langkah tersebut juga untuk memberikan kepastian kepada para petani agar hasil panen mereka tetap dapat ditampung, dan tidak lagi bergantung kepada tengkulak.

"Jadi, ada kepastian kepada petani sehingga harapan kita tingkat kesejahteraan mereka dapat meningkat," kata dia.

Kemudian, untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani dan menghindari keterikatan dengan tengkulak, Bulog bersama pemerintah daerah juga membentuk satuan tugas (Satgas).

Sederhananya, personel satgas akan mengedukasi dan menyosialisasikan mengenai kepastian harga beli dari pemerintah yakni sebesar Rp6.500 per kilogram. 

Selama ini, beberapa petani masih menjual gabah kering kepada tengkulak dengan harga jual di bawah harga Bulog.

Meskipun tidak banyak namun Bulog Sumbar berupaya agar petani di Ranah Minang memilih menjual hasil panen kepada Bulog karena terdapat selisih harga yang cukup besar.

Langkah ini merupakan bentuk konkret hadirnya negara dalam melindungi petani.

"Jadi, harapan kita petani itu lebih memilih menjual padinya ke Bulog. Selain terdapat selisih harga, langkah ini juga untuk menjamin ketahanan pangan," harap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
55 Juta Warga Pantura Teran...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.