Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Menag Minta Jajarannya Petakan dan Mitigasi Risiko Layanan saat Puncak Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina

1 Minggu, 13 Apr 2025, 19:15 WIB | Oleh:
Menag Minta Jajarannya Petakan dan Mitigasi Risiko Layanan saat Puncak Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Menag Minta Jajarannya Petakan dan Mitigasi Risiko Layanan saat Puncak Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Doc: antara foto
Ket. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengambil langkah antisipatif dan mitigasi terhadap berbagai potensi risiko saat puncak penyelenggaraan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Kerja Itjen dalam memetakan mulai dari risiko, penyebab, dampak, hingga mitigasinya adalah bentuk kesiapan yang luar biasa. Ini akan menjadi acuan penting dalam menyukseskan puncak layanan haji,” ujar Menag di Jakarta, Minggu (13/4).

Menteri Agama menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras Itjen dalam menyusun peta risiko dan langkah mitigasi secara komprehensif.

Ia menegaskan bahwa potensi risiko dalam puncak haji tidak boleh dianggap remeh, dan seluruhnya harus dimitigasi dengan baik agar tidak terjadi, atau jika terjadi, tidak menimbulkan dampak yang signifikan.

“Apalagi menyangkut pelaksanaan murur, ini bagian penting dalam optimalisasi layanan jamaah haji. Maka perhatian terhadap kaidah syariah juga harus menjadi prioritas,” ujar Menag.

Sementara itu, Plt. Inspektur Jenderal Kemenag Faisal Ali Hasyim telah menyerahkan laporan hasil identifikasi risiko dan mitigasi layanan di Armuzna kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Faisal Ali Hasyim menjelaskan bahwa penyerahan laporan ini adalah bentuk tanggung jawab dalam mengawal penyelenggaraan haji. “Mitigasi risiko layanan Armuzna ini kami siapkan sebagai langkah preventif terhadap potensi masalah yang dapat menghambat kelancaran ibadah jamaah,” kata Faisal.

Menurutnya, pengawasan haji tahun ini dilakukan berbasis risiko, dengan tujuan akhir adalah meningkatkan kepuasan jemaah haji Indonesia.

“Ukuran sukses haji tetap merujuk pada Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) yang diukur oleh BPS. Maka pengawasan kami pun diarahkan untuk memberi dampak pada meningkatnya kepuasan tersebut," kata Faisal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
MK Polandia Terpecah Dua, P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.