Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Joko Anwar Berharap Film 'Pengepungan di Bukit Duri' Jadi Bahan Diskusi

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 12:10 WIB | Oleh:
Joko Anwar Berharap Film 'Pengepungan di Bukit Duri' Jadi Bahan Diskusi Doc: ANTARA
Ket. Sutradara Joko Anwar menyampaikan keterangan pers pada pemutaran film "Pengepungan di Bukit Duri" yang digelar di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

JAKARTA - Sutradara Joko Anwar berharap film terbarunya "Pengepungan di Bukit Duri" mampu memantik percakapan dan menjadi bahan diskusi masyarakat terkait kondisi sosial yang terjadi di Indonesia.

"Maaf kalau saya bilang filmnya tidak menghibur, tapi gampang untuk diikuti. Sehingga apa yang coba kita sampaikan, memantik percakapan tadi bisa sampai ke banyak orang," kata Joko Anwar dalam pemutaran pers di Jakarta, Kamis (10/4).

Sutradara ternama itu mengatakan, "Pengepungan di Bukit Duri" bukan sekadar menyuguhkan aksi menegangkan, melainkan sebuah ajakan reflektif bagi masyarakat Indonesia untuk berani membuka ruang diskusi dan menghadapi kenyataan sosial yang kerap dihindari.

Joko menyampaikan latar cerita yang diangkat dalam film ini merupakan kemungkinan masa depan Indonesia dua tahun dari sekarang, sebuah gambaran yang menurutnya tidak sepenuhnya fiksi, melainkan proyeksi dari kondisi sosial yang sudah terjadi saat ini.

“Kalau kita tidak berubah, kalau kita terus menghindari percakapan penting, maka kita sedang menuju ke sana. Kita sering menghindari hal-hal sulit, seperti trauma, kekerasan, ketimpangan sosial. Tapi luka itu tidak akan hilang hanya dengan dilupakan,” ujar Joko.

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, film ini tidak hadir untuk menggurui, tetapi sebagai cermin yang memantulkan realitas bangsa tentang pendidikan yang tidak merata, tentang kekerasan yang makin meresap, hingga intoleransi yang masih menjadi persoalan besar di negara yang sangat heterogen.

Menurut dia, bangsa Indonesia memiliki kebiasaan denial atau penyangkalan terhadap persoalan-persoalan serius yang ada di tengah masyarakat.

“Kita menganggap diri kita religious, tapi korupsi merajalela. Kita merasa ramah, tapi tidak ramah terhadap perbedaan. Kita menciptakan citra tentang diri kita untuk menutupi realita. Ini yang perlu dibongkar, dan film ini mencoba menyentil itu," ujarnya.

Joko Anwar juga mengajak penonton untuk tidak hanya menikmati cerita, tapi juga mengajak mereka masuk ke ruang perenungan bersama tentang arah bangsa dan nasib generasi mendatang.

Ia menambahkan, film ini menjadi semacam alarm, pengingat, bahwa tanpa kesadaran bersama maka Indonesia bisa tergelincir ke dalam masa depan yang suram seperti yang tergambar dalam layar.

"Film ini kita tampilkan sedemikian rupa, sangat terukur, tapi kita tampilkan sedemikian rupa supaya menampilkan kenyataan yang ada di dalam masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.