Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Dingin di Australia Diprediksi Jadi yang Terhangat Sepanjang Sejarah

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 17:37 WIB | Oleh:
Musim Dingin di Australia Diprediksi Jadi yang Terhangat Sepanjang Sejarah Doc: AFP/Xinhua
Ket. Sekelompok warga menghabiskan waktu liburan ditengah hari yang cerah di Sydney Harbour, Sydney, beberapa waktu lalu.

SYDNEY - Musim dingin tahun ini akan menjadi salah satu musim dingin terhangat yang pernah tercatat, menurut perkiraan Biro Meteorologi Australia.

Berdasarkan perkiraan jangka panjang terbaru yang dipublikasikan oleh Biro Meteorologi Australia baru-baru ini, suhu maksimum di atas rata-rata sangat mungkin melanda sebagian besar wilayah Australia pada periode antara Mei dan Juli.

Biro tersebut memperkirakan suhu minimum di atas rata-rata berpotensi atau sangat berpotensi tercatat di seluruh Australia pada periode yang sama.

"Ada kemungkinan yang lebih besar untuk hari-hari yang sangat hangat, khususnya di wilayah selatan," kata juru bicara biro itu.

"Ada pula kemungkinan yang lebih besar untuk malam-malam yang lebih hangat, khususnya di beberapa bagian di sebelah barat dan selatan," tambahnya.

Musim dingin di Australia berlangsung dari awal Juni hingga akhir Agustus.

Negara tersebut mencatat dua musim dingin terhangat dalam sejarah pada 2023 dan 2024, dengan rata-rata suhu 1,54 derajat Celsius di atas rata-rata tahun 1961-1990, yang menjadi pembanding, pada 2023 dan 1,49 derajat Celsius di atas rata-rata pada 2024.

Sebelumnya pada April, biro tersebut mengatakan bahwa Maret 2025 merupakan bulan Maret terpanas di Australia sejak pencatatan suhu dimulai pada 1910, dengan rata-rata suhu 2,41 derajat Celsius di atas rata-rata, mengalahkan rekor sebelumnya, yakni 2,03 derajat Celsius di atas rata-rata yang ditetapkan pada 2019.

Meski beberapa area di wilayah timur dan timur laut Australia dilanda banjir yang meluas dan topan yang destruktif pada Maret, biro tersebut mengatakan curah hujan di sepanjang pantai selatan negara itu sejak Februari 2024 berada di kisaran 5 persen terendah yang pernah tercatat.

"Bagi sebagian orang, ini adalah 14 bulan terkering dalam sejarah," kata juru bicara tersebut.

Perkiraan jangka panjang menyebutkan bahwa curah hujan antara Mei hingga Juli kemungkinan akan berada dalam kisaran normal untuk sebagian besar wilayah Australia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.