Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dugaan Insider Trading Menguat Dipicu Miskomunikasi Trump dengan Menterinya

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 16:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dugaan Insider Trading Menguat Dipicu Miskomunikasi Trump dengan Menterinya Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/3/2025). .

JAKARTA - Peningkatan kasus insider trading biasanya disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, baik dari sisi internal perusahaan maupun eksternal.

Di beberapa negara atau bursa saham, penegakan hukum terhadap insider trading masih lemah. Hukuman yang ringan atau proses investigasi yang lambat bisa membuat pelaku merasa aman.

VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menilai meningkatnya spekulasi terkait adanya manipulasi pasar atau insider trading seiring miskomunikasi yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Miskomunikasi itu, pertama, dilakukan saat sidang komite DPR AS pada Rabu (9/4), yang mana perwakilan dagang AS Jamieson Greer sedang memberikan kesaksian untuk mendukung kebijakan tarif resiprokal terbaru.

Namun, Trump melalui sosial media malah menyebutkan akan menunda selama 90 hari untuk semua negara kecuali Tiongkok, kata Audi di Jakarta, Jumat (11/4).

“Sehingga miskomunikasi dan koordinasi ini menimbulkan spekulasi bahwa tidak adanya transparansi dan proses pengambilan keputusan. Selain itu, DPR meminta penyelidikan untuk memastikan tidak ada pihak yang diuntungkan dengan perubahan penundaan tarif itu,” ujar Audi.

Kemudian, kedua, spekulasi pasar terkait adanya manipulasi pasar muncul seiring Trump melakukan cuitan di platform Truth Social yang berbunyi “This is a great time to buy”.

Setelahnya, pada keesokan harinya Trump memutuskan untuk menunda kenaikan tarif resiprokal ke berbagai negara, kecuali bagi Tiongkok.

Sehingga, keputusan itu akhirnya menyebabkan indeks-indeks di bursa saham Wall Street melonjak naik pada perdagangan Rabu (9/4).

“Sehingga kami sangat menyayangkan aksi itu, meski memang ini tidak ada dalam ekonomi dan lebih bersifat tekanan diplomasi oleh Trump. Untuk tujuan Trump, kami tidak dapat memberikan spekulasi selain pada untuk mereset defisit dagang AS atas pengenaan dan juga penundaan tarif itu, “ ujar Audi.

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan Trump sedang berbicara dengan para kolega bisnisnya di dalam sebuah ruangan.

Dalam video yang beredar itu, Trump kepada para koleganya menyampaikan “He made 2,5 miliar dolar AS, and he made 900 juta dolar AS”.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.