Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyintas Gempa Myanmar Hadapi Kondisi Sulit Akibat Hujan Lebat

📅 Senin, 07 Apr 2025, 15:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penyintas Gempa Myanmar Hadapi Kondisi Sulit Akibat Hujan Lebat Doc: NHK

NAYPYIDAW - Kondisi kehidupan para penyintas gempa besar pada bulan lalu di Myanmar makin sulit karena hujan lebat mengguyur daerah-daerah yang dilanda gempa.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Myanmar tengah pada 28 Maret. Militer yang berkuasa di negara itu mengatakan sedikitnya 3.564 orang tewas dan 210 lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

“Banyak orang yang kehilangan rumah akibat gempa terpaksa tinggal di luar ruangan, seperti di trotoar dan halaman kuil. Suhu pada siang hari di daerah itu naik hingga hampir 40 derajat Celsius,” lapor kantor berita NHK, Senin (7/4).

Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar yang mengalami kerusakan parah akibat gempa, dilanda hujan lebat yang turun secara berkala sejak Sabtu (5/4) hingga Minggu (6/4).

Rekaman yang diambil tim medis Jepang, yang menyediakan perawatan di kota itu, memperlihatkan angin kencang bertiup disertai hujan. Rekaman video itu juga memperlihatkan beberapa tenda terbang dan orang-orang membersihkannya.

Petugas bantuan mengatakan terdapat kekhawatiran penyebaran penyakit menular karena suhu panas terus berlanjut dan limbah mengalir keluar karena hujan. Situasi itu makin mempersulit para penyintas.

Gempa itu menghancurkan wilayah yang telah menjadi tempat tinggal bagi sebagian besar pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran antara militer Myanmar dan pasukan prodemokrasi.

Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan sekitar 1,55 juta pengungsi internal ditampung di daerah yang terdampak gempa. Laporan itu menekankan bahwa bencana tersebut makin memperburuk situasi orang-orang yang mengalami kerentanan parah.

Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Tom Fletcher, menyerukan kerja sama dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan. Kepada NHK ia mengatakan, "Kami mengimbau semua pihak agar memberi akses penuh kepada kami untuk mereka yang paling membutuhkan." NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.