Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Banjir Pesanan Hampers Lebaran

📅 Senin, 31 Mar 2025, 15:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
UMKM Banjir Pesanan Hampers Lebaran Doc: Pertamina
Ket. Menghadapi Idulfitri UMKM Binaan Pertamina Banjir Pesanan Hampers Lebaran dan Ikut Inkubasi Bisnis

JAKARTA- Momen Idulfitri menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena meningkatnya permintaan dan daya beli terhadap berbagai produk. Peningkatan ini dialami oleh UMKM Binaan Pertamina melalui program PFpreneur, yakni Aluna Desserts dan IMAGO Raw Honey, sebagai pembuat creamy dessert dan superfood berbahan dasar 100% madu hutan. 

Isti Nazilah, pemilik usaha Aluna Desserts, binaan PFpreneur 2024, mengungkapkan, omzet selama momen Idulfitri naik lima kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasanya. 

“Alhamdulillah untuk omset bulan Ramadan ini sekitar 45 juta karena ada banyak pesanan hampers dan corporate order, dibandingkan bulan biasanya yang rata-rata 9 juta,” ungkap Isti, Sabtu (29/03).

Sama halnya dengan Shinta Aviani, pemilik usaha IMAGO Raw Honey, binaan PFpreneur 2023, yang mengalami peningkatan jumlah pesanan tiga kali lipat.

“Selama bulan Ramadan naik tiga kali lipat. Kini sudah terkirim sekitar 600 pax dan masih ada beberapa yang pengirimannya nanti setelah lebaran juga,” ujar Shinta.

Selagi mempersiapkan hampers, para binaan PFpreneur juga mengikuti program pendampingan lanjutan melalui Inkubasi Bisnis yang dimulai dari 11 Maret hingga 9 Juni 2025.

Dalam pelaksanaannya, para UMKM diberikan enam modul yang berisi materi tentang fondasi bisnis berbasis digital, digitalisasi bisnis UMKM, perencanaan bisnis berbasis digital, strategi pemasaran berbasis digital, pembuatan profil bisnis, dan business plan. 

Terdapat tiga metode yang diterapkan, antara lain coaching, konsultasi, pendampingan, monitoring omset, dan kunjungan. Pada metode coaching, para UMKM dibagi kelompok dengan satu mentor dan diberikan pelatihan secara daring serta bisa konsultasi kapanpun. 

Kemudian, setelah diberikan coaching, para UMKM didampingi dan wajib memberikan laporan omzet untuk meninjau perkembangan dan hasil pendampingan. Terakhir adalah kunjungan ke UMKM sebagai monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan inkubasi bisnis.

“Dobel sibuknya, dobel manfaatnya, karena tidak hanya omset tetapi kapasitas kami juga meningkat dan ilmunya bisa dipraktekkan langsung sehingga pesanan meningkat dan kami tidak kewalahan melayaninya,” tambah Isti.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyampaikan, Pertamina Foundation sebagai pelaksana program PFpreneur, menghadirkan inkubasi bisnis untuk menjawab tantangan yang sering dikeluhkan oleh para pelaku UMKM. 

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia yang perlu diberikan pendampingan di tengah persaingan yang begitu ketat. PFpreneur hadir tidak hanya memberikan stimulan pendanaan tapi juga inkubasi bisnis. Dengan inkubasi ini, harapannya mereka dapat menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya operasional yang lebih efisien,” ujar Agus.

Agus menambahkan, inkubasi bisnis PFpreneur ditujukan juga untuk menguatkan fondasi wirausaha digital.

”Kami memberikan pelatihan mendasar secara intensif dengan materi-materi pelatihan yang merujuk pada materi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tujuannya agar UMKM memiliki fondasi wirausaha digital yang kuat dan mereka akan mudah untuk mengikuti program pendampingan Pertamina selanjutnya melalui UMK Academy dengan materi yang lebih mendalam,” tambah Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.