Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produser dan Sutradara Ungkap Tantangan Produksi Film 'Perang Kota'

📅 Senin, 24 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh:
Produser dan Sutradara Ungkap Tantangan Produksi Film 'Perang Kota' Doc: Antara
Ket. Sutradara film "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak" Mouly Surya membicarakan film terbarunya "Perang Kota" kepada wartawan saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/3).

Jakarta - Produser Rama Adi mengungkapkan tantangan di balik produksi film terbarunya bersama sutradara Mouly Surya berjudul "Perang Kota" yang melibatkan kolaborasi berbagai negara.

Film itu sempat tertunda produksinya saat pandemi COVID-19, namun pada tahun 2025 bisa tayang di bioskop Indonesia mulai 30 April.

"Proses produksi film "Perang Kota" dimulai sekitar tahun 2018/2019. Kami sangat antusias dengan proyek ini hingga datang pandemi COVID-19 menyebabkan penundaan yang cukup lama. Namun, berkat pengalaman mengikuti berbagai festival film sebelumnya, kami berhasil mengajukan permohonan dukungan pendanaan ke berbagai platform," ujar Rama saat acara temu pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin.

Selain dukungan pendanaan, Sutradara Mouly Surya menjelaskan bahwa film tersebut telah dibawa ke berbagai negara untuk memperoleh dukungan penyelesaian efek visual dan tata suara, guna mencapai kualitas film yang optimal dan menghadirkan pengalaman menonton yang imersif bagi penonton.

"Efek visual dikerjakan oleh tim di Amerika Serikat, sedangkan tata suara dikerjakan di Prancis," kata Mouly.

Keunikan film ini juga terletak pada rasio aspeknya, yang menggunakan format layar 4:3, berbeda dengan format layar umum film layar lebar, yaitu 16:9 atau 21:9.

Hal itu dilakukan karena alasan teknis dan juga idealis sang sutradara. Karena menurut Mouly, ia hendak menyajikan situasi gejolak di Jakarta zaman dulu (jadul), tahun 1946.

Menurut Mouly, format layar 4:3 terbilang cukup baginya untuk mengesankan sesuatu yang sederhana tapi juga secara teknis mendekatkan fokus penonton pada tokoh-tokoh film yang diadaptasi dari novel karya Mochtar Loebis yang berjudul "Jalan Tak Ada Ujung" itu, sesuai yang dia inginkan sebagai penulis skenario sekaligus sutradara filmnya.

Dalam film itu, para pemerannya juga dituntut bisa berbahasa Belanda. Sebab film "Perang Kota" akan didistribusikan secara komersial di Belgia, Belanda, dan Luksemburg, selain di Indonesia. Untuk itu, Mouly mempertebal kemampuan berbahasa para pemeran filmnya dengan cara mengikutkan mereka dalam lokakarya.

Selain itu, sejak awal Mouly ingin melibatkan aktor yang dekat dengan bahasa Belanda yakni Jerome Kurnia. Mouly mengatakan dia pernah melihat kefasihan Jerome berbahasa Belanda dalam film "Bumi Manusia", dan dia langsung tertarik mengundangnya bergabung dalam film "Perang Kota".

Mouly Surya dan Rama Adi optimistis film itu disambut baik oleh penonton di Belanda, karena dekat dengan situasi di masa lalu yang berkaitan dengan silsilah orang-orang di negara tersebut.

"Saat menjadi film penutup di Festival Film Internasional Rotterdam kemarin (Februari 2025, red), banyak penonton, terutama orang Belanda yang memiliki hubungan dengan Indonesia, merasa sangat dekat dengan film ini," kata Mouly.

Penayangan komersial film "Perang Kota" di bioskop-bioskop Belgia, Belanda, dan Luksemburg akan dimulai pada 17 April mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.