Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Emas Tetap Bersinar di Tengah Kecamuk Geopolitik

📅 Senin, 24 Mar 2025, 23:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Emas Tetap Bersinar di Tengah Kecamuk Geopolitik Doc: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ket. Arsip foto - Pramuniaga menata emas batangan digerai layanan bank emas Bank Syariah Indonesia di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

JAKARTA – Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan emas tetap menjadi primadona investor sebagai aset safe haven (aman), terutama di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter global meskipun harga sempat mengalami koreksi.

“Koreksi cenderung bersifat profit taking, memberikan peluang bagi investor untuk kembali masuk. Ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh kontroversi kebijakan-kebijakan Trump yang di antaranya tarif akan terus memberikan dukungan pada safe haven emas,” kata Lukman di Jakarta, Senin (24/3).

Menurut Lukman, walaupun kemudian dampak dapat diminimalisir, geopolitik mereda, permintaan emas tidak akan berhenti oleh bank-bank sentral dunia seperti Tiongkok yang dalam upaya mendiversifikasi dolar AS mereka ke emas.

Harga emas spot sempat melemah ke level sekitar 3.022 dolar AS per ons pada perdagangan terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya koreksi profit taking.

Selain itu, dolar AS juga sedikit rebound setelah pernyataan hawkish dari pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang mengatakan belum ada urgensi menaikkan suku bunga.

Federal Reserve atau The Fed pekan lalu mempertahankan suku bunga acuan, namun memberi sinyal kemungkinan dua kali penurunan suku bunga tahun ini. Langkah ini berpotensi memperkuat sentimen bullish terhadap emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Di sisi lain, dinamika geopolitik global tetap menjadi katalis penting. Serangan terbaru Israel ke wilayah Gaza kembali memanaskan ketegangan di Timur Tengah.

Sementara itu, pasar juga tengah mencermati kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan memberlakukan tarif timbal balik baru pada 2 April 2025, yang berpotensi memicu ketegangan dagang lanjutan dan mendongkrak permintaan aset lindung nilai seperti emas.

Dengan harga emas berada di kisaran 3.022-3.025 dolar AS per ons, investor dapat mempertimbangkan pembelian bertahap untuk emas spot.

Untuk emas berjangka, area masuk potensial berada di level 3.025-3.030 dolar AS per ons. Alokasi modal yang disarankan adalah sekitar 5-10 persen dari total portofolio, guna menjaga keseimbangan risiko dan potensi imbal hasil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.