Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

40-50 KK per Hektare untuk Rumah Baru Korban Erupsi Lewotobi

📅 Senin, 24 Mar 2025, 22:21 WIB | Oleh:
40-50 KK per Hektare untuk Rumah Baru Korban Erupsi Lewotobi Doc: Antara

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengestimasi daya tampung rumah baru yang disiapkan pemerintah sebanyak 40-50 kepala keluarga (KK) per hektare untuk korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

1742828993_1f8bd696d62294682383.jpg

“Estimasi daya tampung untuk hunian tetap (rumah baru) pada lahan yang disiapkan adalah 40-50 keluarga per hektare, itu cukup untuk 2.209 keluarga korban erupsi yang akan direlokasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

BNPB melaporkan 51,2 hektare luas lahan yang sudah dipastikan kesiapannya untuk dibangun rumah hunian tetap. Masing-masing lahan itu berada di kawasan Nobeleto (seluas 12,7 hektare), Waidoko (7,5 hektare), Bungawolo (11 hektare), dan Wukoh Lewoloroh (20 hektare).

Abdul memastikan bahwa lokasi lahan tersebut dalam kategori aman dari bahaya bencana, dan semuanya, sampai dengan rumah benar-benar baru, dibangun dari nol.

Bahkan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sudah mengirimkan material bangunan rumah ke Flores Timur, mulai dari panel beton tulang konstruksi sebanyak 350 unit, ekskavator satu unit, lengkap dengan aksesoris, mixer mix (molen), hingga stamper pemadat tanah.

“Material sudah dikirimkan, untuk rumah hunian tetap ini akan dibangun dengan sistem konstruksi Rumah Instan Sederhana Sehat atau Risha,” kata dia.

Menurut dia, proses pembangunan segera dimulai setelah Pemerintah Kabupaten Flores Timur merampungkan semua urusan ganti rugi pembebasan lahan untuk akses jalannya kepada warga pemilik lahan, dan pembebasan lahan di Wukoh Lewoloroh dengan Kementerian Kehutanan, karena masih berstatus hutan lindung.

"Segera ya, memang kalau kemarin kan masih dijabat oleh Pj, nah sekarang sudah ada kepala daerah definitif, jadi pembahasan mengenai percepatan akan lebih jelas sesuai dengan skema yang ada," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.