Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Mulai Gunakan Robot Humanoid di Pabrik Mobil

📅 Minggu, 23 Mar 2025, 15:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Mulai Gunakan Robot Humanoid di Pabrik Mobil Doc: ANTARA/Xinhua/Ju Huanzong

SHENZEN - Di pabrik pintar Zeekr 5G milik Geely di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China timur, puluhan robot humanoid canggih bekerja sama tanpa hambatan di lantai pabrik.

Robot-robot tersebut memilah material, mengangkut boks, dan merakit bagian mobil yang rumit, ini menandai era baru dari kerja sama tim yang meniru cara manusia dalam dunia manufaktur.

Dikembangkan oleh perusahaan teknologi yang berbasis di Shenzhen, UBTECH, robot Walker S1 di pabrik otomotif tersebut menjadi tonggak penting, karena ini pertama kalinya beberapa robot humanoid dilatih untuk berkolaborasi dalam berbagai tugas dan zona kompleks di lingkungan pabrik dunia nyata.

Robot-robot ini beroperasi menggunakan sistem "jaringan otak" (brain network) milik UBTECH, yang mengubah mereka dari pekerja individual menjadi tim yang tersinkronisasi dan kolaboratif.

Menurut Jiao Jichao, wakil presiden UBTECH, sistem ini menggabungkan "super brain" untuk pengambilan keputusan dan "mini-brain" untuk tindakan secara real-time.

"Super brain" menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) seperti DeepSeek untuk menganalisis data dan membagi tugas, layaknya seorang manajer yang mengawasi alur kerja, sementara "mini-brain" pada setiap robot memungkinkan mereka mengenali lingkungan sekitar, menyesuaikan kekuatan genggaman untuk bagian yang rapuh, dan berbagi pembaruan langsung dengan rekan satu tim, jelas Jiao.

Dalam praktiknya, robot-robot ini dapat melacak komponen di berbagai zona menggunakan kamera, memetakan area kerja, dan menangani material fleksibel seperti film dengan hati-hati tanpa menyebabkan kerusakan.

Untuk meningkatkan kemampuan mereka, robot-robot ini mengumpulkan data saat menjalankan tugas. Jiao mengatakan proses ini menghasilkan "ratusan juta" titik data industri dunia nyata yang disimpan dalam basis data pengetahuan. Robot dapat mempelajari keterampilan baru dengan cepat untuk berbagai peran di jalur perakitan dengan sumber daya ini.

UBTECH bermitra dengan sejumlah produsen otomotif seperti BYD dan BAIC serta raksasa logistik SF Express untuk memajukan penerapan robot seri Walker S.

"Kami berencana bermitra dengan lebih banyak pabrik, secara komprehensif mempromosikan pelatihan kolaboratif multirobot, dan memperluas penggunaan robot humanoid di lingkungan industri," ungkap Jiao. Ant/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.