Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pastikan Aman Dikonsumsi, DKPP Madiun Lakukan PSAH dan PSAT di Pasaran

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 03:26 WIB | Oleh:
Pastikan Aman Dikonsumsi, DKPP Madiun Lakukan PSAH dan PSAT di Pasaran Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kab Madiun
Ket. Petugas DKPP Kabupaten Madiun memeriksa bahan Pangan Segar Asal Hewan (PSAH) dan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Pasar Babadan, Madiun guna memastikan aman dikonsumsi, Kamis (20/3).

MADIUN - Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Jawa Timur melakukan melakukan pengawasan bahan Pangan Segar Asal Hewan (PSAH) dan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di pasaran guna memastikan aman dikonsumsi.

Anggota tim pengawas DKPP Kabupaten Madiun drh. Hasbulloh Ghofur di Madiun, Kamis (20/3), mengatakan pengawasan, salah satunya, dilakukan di Pasar Babadan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

"Pengawasn ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kandungan kuman atau bahan kimia berbahaya pada PSAH dan PSAT yang dijual pedagang," ujar Hasbulloh.

1742488303_6f65183434537f7e0c3d.jpg

Menurutnya, pengawasan tersebut mencakup pengambilan sampel seperti pada daging sapi impor, daging ayam broiler, daging ayam kampung, telur ayam ras, cabai, tomat, sawi, buncis, dan sayuran lainnya.

"Kemudian sampel tersebut diuji di laboratorium untuk memastikan tidak ada kandungan kuman atau bahan kimia berbahaya untuk dimakan konsumen," kata dia.

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut dilakukan rutin setiap bulan guna memastikan bahan pangan yang dijual layak konsumsi. Hanya saja menghadapi momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah, maka kegiatan serupa lebih intensif dilakukan seiring dengan tingginya kebutuhan pangan pangan oleh masyarakat jelang Lebaran.

Jika ditemukan hasil yang kurang baik dalam pemeriksaan uji sampel, maka pihak pedagang akan bersurat ke kepala pasar untuk menjalani pembinaan pedagang.

"Kabar baiknya, hasil uji PSAH dan PSAT di Pasar Babadan telah keluar, yakni memenuhi standar keamanan pangan. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat Madiun bisa lebih tenang dalam mengonsumsi bahan pangan yang sehat dan berkualitas," katanya.Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.