Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alih Fungsi Bantaran Sungai Cimande Menjadi Sebab Banjir Sumedang

📅 Senin, 17 Mar 2025, 17:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alih Fungsi Bantaran Sungai Cimande Menjadi Sebab Banjir Sumedang Doc: ANTARA
Ket. Warga beraktivitas di tengah banjir yang melanda Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

BANDUNG– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa alih fungsi bantaran atau sisi Sungai Cimande, diduga menjadi penyebab terjadinya banjir di Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (15/3), dan kemungkinan terjadi di daerah lainnya.

Herman, di Bandung, Senin (17/3), mengatakan dugaan itu muncul karena saat dilakukan peninjauan ke lokasi, pihaknya menemukan di sepanjang aliran sungai itu terjadi penyempitan lebar sungai karena berdirinya berbagai bangunan baik rumah atau perusahaan, bahkan di sepanjang aliran sungai itu ditemukan setidaknya ada lima perumahan.

"Kami telusuri sampai hulu di Rancaekek juga. Itu ada perumahan yang ternyata berbatasan langsung dengan bibir sungai," kata Herman.

Herman mengatakan kondisi tersebut memperhatikan, karena secara ideal jarak bangunan dengan bibir sungai sebagai sempadan minimal tiga meter.

Karenanya dia meminta pejabat terkait serta kepala daerah setempat, termasuk juga kepala daerah yang memiliki wilayah dengan sungai, untuk melakukan evaluasi ketentuan yang ada.

"Dievaluasi ketentuannya bagaimana, pembangunan perumahan juga perlu memperhatikan ruang terbuka hijau," ujarnya.

Herman mengatakan rencananya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) juga bakal diterjunkan untuk mendalami pembangunan berbagai perumahan itu, termasuk memberi teguran langsung.

Selain perumahan, temuan di lapangan juga didapati warung ataupun rumah warga yang memang nampak menjorok ke sungai.

"Itu juga kami harap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk mengingatkan, harapan kami warga bisa membongkar secara mandiri. Agar sungai bisa berfungsi sebagaimana mestinya," ucapnya.

Menurut Herman, berbagai alih fungsi lahan yang terjadi di Jabar memang perlu untuk dikendalikan termasuk pembangunan perumahan, kalau tidak dilakukan atau terlambat, bakal menimbulkan dampak yang parah.

Dia mencontohkan kondisi di Puncak Bogor di mana banyak penggundulan hutan dan lahan yang beralih fungsi hingga menyebabkan banjir.

Terkait perumahan, di satu sisi Pemprov sangat mendukung pembangunan perumahan karena itu juga untuk mendukung program tiga juta rumah dari pemerintah. Tapi di sisi lain, pembangunan perumahan juga harus memperhatikan aspek ekologi atau lingkungan.

"Kami mendorong agar masyarakat bisa mudah untuk mendapat perumahan. Tapi jangan sampai menabrak aturan juga," tuturnya.

Banjir di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang tersebut, menimpa empat desa dengan korban terdampak sekitar 2.000 jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.