Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UGM Dinilai ASEAN University Network untuk Health Promoting University

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 00:45 WIB | Oleh:
UGM Dinilai ASEAN University Network untuk Health Promoting University Doc: Dok. UGM

YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti proses penilaian sebagai kampus sehat oleh ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN) pada Jumat (14/3). Penilaian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan kesehatan kampus dalam mendukung konsep Health Promoting University (HPU). Dengan langkah ini, UGM diharapkan dapat memberikan jaminan layanan kesehatan bagi sivitas akademika sekaligus mempromosikan kesehatan, keselamatan, dan inklusivitas di lingkungan pendidikan.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menyampaikan bahwa UGM telah berkomitmen menjadi Health Promoting University sejak 2019, dengan menginisiasi seminar bersama berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta untuk merintis kampus sehat. UGM juga berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan menjadi mentor bagi 23 perguruan tinggi nasional dalam program kesehatan kampus. Untuk mendukung implementasi ini, UGM membentuk biro terintegrasi, UGM One Health, sebagai pusat koordinasi layanan kesehatan.

Kebijakan kesehatan kampus diterapkan secara menyeluruh hingga tingkat fakultas dan sekolah. UGM One Health membawahi dua kategori layanan kesehatan. Pertama, kluster layanan kesehatan, yang mencakup Rumah Sakit Akademik, Gadjah Mada Medical Center (GMC), Rumah Sakit Hewan Soeparwi, Klinik Korpagama, dan Rumah Sakit Kedokteran Gigi Prof. Soedomo. Kedua, Wellbeing Center, yang meliputi Unit Layanan Disabilitas, Mental Health Task Force, Safety Health Environment (SHE), dan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Selain fasilitas, UGM secara aktif mengembangkan kampanye kesehatan dan kesejahteraan, termasuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Sejak 2020, UGM memperkuat kebijakan perlindungan dengan membentuk unit khusus yang menangani kasus kekerasan seksual di kampus. Isu kesehatan mental juga menjadi fokus utama, dengan berbagai inisiatif seperti layanan Mental Health Emergency Line (MHERL).

Layanan kesehatan mental ini tidak hanya bersifat represif dalam menangani kasus, tetapi juga preventif melalui screening berkala terhadap kondisi kesehatan mahasiswa. Jika ditemukan risiko kesehatan, universitas akan memberikan intervensi lebih lanjut.

Dengan upaya yang terus berkembang, UGM menargetkan konsep Health Promoting University dapat semakin kuat dan menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.