Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kecamatan Kelua Kalsel Jadi Contoh Sistem Padi Apung

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 22:26 WIB | Oleh:
Kecamatan Kelua Kalsel Jadi Contoh Sistem Padi Apung Doc: ANTARA/Herlina Lasmianti
Ket. Arsip - Contoh pengembangan sistem padi apung di Desa Ampukung, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

Tabalong, Kalsel, 14/3 - Pemerintah Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan mengungkapkan tiga desa di Kecamatan Kelua menjadi percontohan pengembangan sistem padi apung untuk mengoptimalkan lahan lebak di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong Budi Santoso mengatakan uji coba sistem padi apung dimulai di Desa Ampukung dan Desa Hapalah sejak 2024.

"Tahun ini pengembangan sistem padi apung di Desa Masintan dan sebelumnya diterapkan di Desa Ampukung serta Desa Hapalah Kecamatan Kelua," kata Budi di Tabalong, Jumat.

Bantuan sistem padi apung di Desa Masintan mencakup 250 styrofoam, pot dan benih padi varietas inpari nutri zinc yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Tabalong.

Sedangkan pengembangan padi apung di Desa Ampukung mendapat dukungan dari Bank Indonesia berupa bantuan penunjang mencapai 1.700 styrofoam untuk 31 lubang tanam, 35.000 pot hingga berbagai penunjang lainnya.

Budi menuturkan Desa Masintan menggunakan dana APBD Kabupaten Tabalong 2024 sebanyak 50 styrofoam dengan varietas padi yang sama.

"Untuk uji coba periode 2024 diperkirakan panen pada April 2025," tutur Budi.

Ia mengakui sistem padi apung menjadi alternatif pemanfaatan lahan Lebak namun biaya yang dibutuhkan untuk penanaman cukup besar dibanding lahan sawah karena dari segi biaya sistem padi apung memang cukup tinggi. Diperkirakan dalam satu hektare bisa mencapai ratusan juta untuk pembelian bahan penunjang.

Karena itu untuk pengembangan sistem padi apung perlu mendapat dukungan pihak ketiga untuk mengurangi beban biaya yang ditanggung kelompok tani.

Pengembangan sistem padi apung pernah dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan varietas padi Mekongga, yang memiliki potensi produksi tinggi.

Dalam satu pot, padi Mekongga menghasilkan sekitar 20 anakan dengan ubinan 1,3 meter persegi yang dinilai berpotensi menghasilkan lebih dari 6 ton padi per hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.