Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Banjir, Ancaman Dengue, Kemenkes Bagikan Jurus Ampuh Mencegah

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Banjir, Ancaman Dengue, Kemenkes Bagikan Jurus Ampuh Mencegah Doc: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga
Ket. Petugas menunjukkan jentik nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia di Kembangan, Jakarta, Jumat (4/10/2024).

JAKARTA – Setelah banjir, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sering meningkat karena lingkungan yang basah dan tergenang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Kasus DBD bisa menjadi wabah jika tidak dikendalikan dengan cepat.

Di Jakarta, kasus DBD masih sangat tinggi awal tahun ini seiring dengan adanya musim penghujan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Januari hingga Maret 2025 ini sebanyak 1.416 kasus atau turun dibandingkan periode sama 2024, yakni 1.729 kasus.

Kementerian Kesehatan mengatakan penularan dengue usai terjadinya bencana banjir dapat dicegah melalui langkah-langkah yang tepat, terutama dalam menghindari genangan air yang tertampung di permukaan wadah atau jalan.

"Pastikan kita menjaga kebersihan ya, cuci tangan dan kaki dengan sabun dan air bersih setelah terkena air banjir. Terpenting adalah hindari genangan air," kata Direktur Penyakit Menular Kemenkes Ina Agustina Isturini di Jakarta, Rabu (12/3).

Ina mengatakan sebagai bentuk pencegahan yang paling penting, tempat tinggal warga perlu dipastikan tidak ada satu genangan air pun, terutama pada tempat penampungan air.

Jika ada air yang menggenang, segera bersihkan tempat penampungan air dengan mengurasnya dan menutup wadah guna mencegah nyamuk berkembang biak di dalamnya.

Masyarakat dapat memanfaatkan bantuan dari tanaman dan hewan alami yang dapat mengusir nyamuk seperti lavender dan ikan cupang yang dapat memakan jentik nyamuk.

Pastikan pula saluran dan talang air berfungsi dengan baik agar tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menggelar gotong royong rutin bersama warga sekitar untuk mencegah penyebaran nyamuk.

Pada bagian dalam rumah, Ina menyarankan agar masyarakat memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi untuk mencegah nyamuk masuk. Kalaupun ingin menggunakan obat nyamuk, pastikan untuk memilih obat nyamuk semprot atau oles yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Saat beraktivitas di luar rumah, gunakan pakaian lengan panjang dan kaus kaki untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh," kata dia.

Sosialisasi Kesehatan

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan ikut mencegah penularan dengue di tengah masyarakat dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/261/2025 tentang Kewaspadaan Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue dan Cikungunya Tahun 2025 dan mensosialisasikannya.

Di dalamnya mencakup dilakukannya promosi kesehatan pada masyarakat dan institusi untuk melaksanakan PSN 3 M plus (menguras, menutup, mendaur ulang) dan kegiatan lain satu minggu satu kali secara serentak dan terus menerus untuk mencegah penularan infeksi dengue melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J).

"Kegiatan ini harus menjadi gerakan masyarakat yang masif, terorganisir, terukur dan berkesinambungan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.