Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Korut Yang Selundupkan Batu bara Bertabrakan Dengan Kapal China

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 11:55 WIB | Oleh:
Kapal Korut Yang Selundupkan Batu bara Bertabrakan Dengan Kapal China Doc: Antara Foto
Ket. Sebuah kapal kargo Korea Utara yang dicurigai menyelundupkan batu bara Korea Utara bertabrakan dengan kapal China dan tenggelam di Laut Kuning pada bulan lalu, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut pada Kamis.

Seoul, 13/3 (ANTARA) - Sebuah kapal kargo Korea Utara yang dicurigai menyelundupkan batu bara Korea Utara bertabrakan dengan kapal China dan tenggelam di Laut Kuning pada bulan lalu, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut pada Kamis.

Saat mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS), kapal kargo Korea Utara yang dicurigai membawa batu bara berlayar di Laut Kuning pada akhir Februari dan tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal China di perairan dekat pelabuhan di tenggara China, menurut sumber tersebut.

Kecelakaan itu diyakini telah menyebabkan sekitar 15-20 awak kapal Korea Utara tewas.

Namun, Korea Utara dan China tampaknya bersikap tertutup terkait insiden itu, tampaknya karena pelanggaran terhadap sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang melarang ekspor batu bara Korea Utara.

Meski terdapat operasi penyelamatan oleh otoritas China, hanya beberapa awak Korea Utara yang berhasil diselamatkan dan hampir 20 orang diyakini tewas. Kapal China dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan.

Pada saat itu, diyakini bahwa kabut tebal menyulitkan jarak pandang di perairan tempat kecelakaan itu terjadi, kata sumber tersebut.

Kapal-kapal Korea Utara sering mematikan AIS, yang mentransmisikan data lokasi dan kecepatan ke otoritas terkait, dalam upaya menghindari sanksi DK PBB.

Perairan tempat kecelakaan terjadi diyakini menjadi jalur yang sering digunakan kapal kargo Korea Utara untuk mengekspor batu bara.

Resolusi DK PBB 2371, yang diadopsi pada 2017, memberlakukan larangan menyeluruh terhadap penjualan batu bara, bijih besi, sumber daya mineral lainnya, dan makanan laut Korea Utara ke luar negeri.

"Kapal Korea Utara itu tampaknya kelebihan muatan dengan batu bara. Kargo dan kapal tersebut tenggelam bersamaan," kata sumber itu yang juga menyebutkan bahwa China tampaknya tidak ingin kecelakaan itu diketahui karena kemungkinan terlibat dalam pelanggaran sanksi DK PBB.

Sebelumnya pada Maret 2017, sebuah kapal kargo Korea Utara bertabrakan dengan kapal China dan tenggelam di dekat pelabuhan Lianyungang di China. Seluruh awak kapal berhasil diselamatkan, dan Kementerian Transportasi China saat itu mengumumkan insiden tersebut.

Sumber: Yonhap-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.