Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aman! Kemenkes Pastikan Takjil di Kebon Jeruk Bebas Bahan Kimia

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 22:50 WIB | Oleh:
Aman! Kemenkes Pastikan Takjil di Kebon Jeruk Bebas Bahan Kimia Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pengawasan makanan takjil di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (11/3).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan memastikan takjil atau makanan untuk berbuka puasa Ramadan yang dijual di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, bebas dari bahan kimia berbahaya.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Irmamawati menyebutkan pihaknya telah melaksanakan pemantauan takjil di wilayah Kebon Jeruk, tepatnya di Jalan Panjang.

"Ini hari terakhir kita pengawasan takjil. Selama Ramadhan sudah tujuh kali di Kebon Jeruk dan semuanya dari sampel yang kita uji aman dari kimia berbahaya," ungkap Irmawati kepada wartawan di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kemenkes bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat dan Puskesmas Kebon Jeruk melakukan uji terhadap 41 sampel takjil yang dijual di Jalan Panjang.

"Semuanya bebas bahan kimia berbahaya. Kita sudah uji boraks, formalin, methanil yellow, rhodamin B, semuanya aman," ungkap Irmawati.

Petugas Sanitarian Puskesmas Kebon Jeruk, Audina mengungkapkan bahwa hasil pengujian terhadap seluruh sampel menunjukkan bahwa makanan dan minuman yang diperiksa tidak mengandung bahan berbahaya.

Pihaknya telah melakukan uji petik terhadap 41 sampel takjil dengan empat indikator utama. "Dari 11 sampel yang diuji formalin, 13 sampel boraks, 9 sampel rhodamin B dan 5 sampel methanil yellow, semuanya menunjukkan hasil negatif," ujar Audina.

Berdasarkan hasil uji tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang dan yakin dalam membeli makanan berbuka puasa.

Para pelaku usaha juga diimbau tetap menjaga kualitas dan kebersihan makanan yang dijual agar kesehatan konsumen tetap terjaga selama Ramadan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

52 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.