Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Hubungan Harmonis dengan AS agar Tidak Jadi Sasaran Tarif

📅 Senin, 10 Mar 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Jaga Hubungan Harmonis dengan AS agar Tidak Jadi Sasaran Tarif Doc: antara
Ket. Hubungan Bilateral Amerika - Indonesia

JAKARTA - Upaya Pemerintah Indonesia memperkuat hubungan dagang dengan Amerika Serikat (AS) dinilai sebagai langkah yang tepat untuk memitigasi dampak kebijakan proteksionisme Presiden AS, Donald Trump.

Dosen Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga, Surabaya, Agastya Wardhana pada Minggu (9/3) mengatakan, langkah penguatan hubungan yang dilakukan Pemerintah sudah tepat karena kepemimpinan AS yang baru di bawah Trump dapat memberikan peluang ekonomi.

“Bagi Indonesia, pergantian presiden AS bisa memberikan peluang. Pada periode Trump sebelumnya, AS itu sangat transaksional. Ini tidak akan jauh berbeda pada periode keduanya Trump. Selagi AS maupun mitranya sama-sama untung ya mereka bisa kerja sama. Beda dengan Biden yang mengedepankan value (demokrasi) sebagai syarat kerja sama, it doesn’t matter buat Trump,” kata Agastya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan upaya memperkuat hubungan dagang dengan AS tidak akan membuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Tiongkok renggang.

“Dalam urusan dagang, Indonesia tidak perlu ideologis atau politis. Tiongkok pasti tidak mempermasalahkan,” kata Wijayanto.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan upaya memperkuat kerja sama dengan AS menjadi penting, terutama di era matinya kerja sama multilateral, sehingga prospek perdagangan harus dijalin secara bilateral.

Indonesia jelas Bhima harus bisa menghindari sasaran kenaikan tarif AS dengan menjaga hubungan yang harmonis. Apabila konfrontatif, Indonesia tentunya akan menjadi sasaran kenaikan tarif bea masuk ke AS dan hal itu merugikan posisi pelaku usaha.

Selain menjaga sikap, Indonesia harus bisa meraup peluang relokasi industri dari Tiongkok terutama perusahaan yang menghindari perang tarif atau yang ingin mendekat ke sumber bahan baku.

“Posisi perusahaan Indonesia bisa lebih masuk ke rantai pasok global,” ujar Bhima.

Dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, maka hal itu akan menyeimbangkan (balancing) hubungan dengan Tiongkok yang selama beberapa tahun terakhir terlalu dominan.

1741541210_25c90b29cee4b2e7a7b9.jpg

Hubungan Baik

Seperti diberitakan pekan lalu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut Indonesia harus melakukan mitigasi terhadap kebijakan Trump guna menjaga surplus perdagangan dengan AS.

Mendag setelah melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir di Jakarta pekan lalu sepakat untuk tetap menjaga hubungan baik agar tidak terkena dampak dari isu-isu negatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.