Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Duka, Mantan Gelandang Timnas Era 1970-an Junaidi Abdillah Tutup Usia

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Duka, Mantan Gelandang Timnas Era 1970-an Junaidi Abdillah Tutup Usia Doc: Antara
Ket. Ilustrasi.

JAKARTA - Mantan gelandang timnas Indonesia era 1960-an sampai 1970-an, Junaidi Abdillah, pada Sabtu tutup usia di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta.

Kabar ini didapat pewarta dari grup aplikasi pesan singkat peliput sepak bola. Kabar itu kemudian dibenarkan oleh mantan pelatih timnas Indonesia, Rahmad Darmawan.

"Turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya senior kami yang baik hati, bang Junaidi Abdillah. Semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran,” kata Rahmad melalui pesan singkat.

Junaidi lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 21 Februari 1948. 

Dia mengawali karier sepak bola dalam Diklat Salatiga pada awal 1960-an. 

Ia satu generasi dengan beberapa pemain kenamaan seperti Oyong Liza, Suharsoyo, dan Sartono Anwar.

Junaidi kemudian dipanggil PSSI untuk mengikuti Piala Asia Junior 1967. 

Di sana, ia berada satu tim dengan Abdul Kadir, Waskito, dan Bob Permadi, yang membawa Indonesia ke final, sebelum kalah 0-1 melawan Israel.

Setelah itu, Junaidi menjadi langganan masuk timnas. 

Ia memperkuat Indonesia dalam Merdeka Games, Aga Khan Gold Cup, dan King’s Cup di Thailand, serta membawa Indonesia menjuarai Piala Merdeka di Malaysia setahun kemudian.

Junaidi yang menjadi anak asuh Pelatih Wiel Corver, sempat ditawari bermain di Belanda bersama klub Go Ahead Eagles. Sayang, tidak terwujud.

Gagal merumput di Eropa, Junaidi tetap gemilang   di dalam negeri, dengan membawa Persija dan Persebaya menjadi juara pada era perserikatan.

Setelah tidak aktif lagi menjadi pesepak bola, Junaidi bekerja di Pertamina, dan terus mengikuti pemberitaan sepak bola nasional sampai tutup usia pada Sabtu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.