Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Mengusulkan Bantuan Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 22:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Mengusulkan Bantuan Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan Doc: ANTARA
Ket. Kepala bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Tulungagung, Efif Sakti Wibowo.

TULUNGAGUNG – Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengusulkan bantuan bagi penyandang disabilitas dan masyarakat rentan sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan rehabilitasi sosial.

Kepala bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Tulungagung, Efif Sakti Wibowo, di Tulungagung, Minggu (9/3), mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan bantuan ke Sentra Terpadu Balai Kartini Temanggung, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Ditjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI untuk bantuan tersebut.

Berdasarkan data, bantuan ini diproyeksikan untuk 300 hingga 400 penerima manfaat di Tulungagung.

"Kami tengah mengusulkan ratusan penyandang disabilitas dan masyarakat rentan agar mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya," katanya.

Bantuan yang diusulkan, meliputi alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan kewirausahaan, serta paket kebutuhan dasar.Paket kebutuhan dasar ini mencakup sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) dan tambahan nutrisi.

Pada awal 2025, tercatat 110 bantuan telah terealisasi, terdiri atas 100 paket kebutuhan dasar dan 10 paket bantuan kewirausahaan.Bantuan tersebut saat ini menunggu proses distribusi kepada penerima.

"Selain alat bantu, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan nutrisi bagi penyandang disabilitas," ujarnya.

Tulungagung juga mendapat alokasi alat bantu dalam jumlah cukup besar, yakni 60 kursi roda dan 30 alat bantu pendengaran.

Selain itu, Dinsos tengah mengusulkan tambahan 20 hingga 30 unit kaki dan tangan palsu guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Efif menambahkan bahwa bantuan alat bantu ini bersumber dari APBD Tulungagung, Sentra Terpadu Balai Kartini, serta Dinsos Provinsi Jawa Timur.

Kolaborasi lintas instansi diperlukan karena permohonan bantuan terus bertambah setiap tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.