Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untuk Seumur Hidup, Dokter RSCM: Implan Rumah Siput Jadi Solusi Penderita Gangguan Pendengaran Berat

📅 Jumat, 07 Mar 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Untuk Seumur Hidup, Dokter RSCM: Implan Rumah Siput Jadi Solusi Penderita Gangguan Pendengaran Berat Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi pasien penderita gangguan pendengaran.

JAKARTA - Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, Bedah Kepala Leher Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ayu Astria Sriyana mengungkapkan penggunaan implan koklea atau rumah siput dapat dilakukan bagi pasien yang menderita gangguan pendengaran berat hingga sangat berat yang memungkinkan pasien mendengar dengan baik.

“Implan koklea ini merupakan solusi yang lebih baik untuk pasien-pasien dengan gangguan pendengaran derajat berat hingga sangat berat. Karena alat bantu ini langsung menstimulasi syaraf pendengaran,” ujar dokter Ayu dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Jumat (7/3).

Dirinya menjelaskan, alat bantu dengar ini ditanam atau dimasukkan ke dalam koklea atau rumah siput melalui prosedur operasi, sehingga dapat langsung merangsang syaraf pendengaran yang akan dihantarkan langsung menuju koklea tanpa media penghantar seperti udara maupun gendang telinga.

Alat ini pun mampu menghantarkan impuls suara hingga ke syaraf pendengaran hingga ke otak, sehingga dapat digunakan bagi pasien dengan gangguan pendengaran berat, sangat berat baik itu tuli, gangguan konduktif dan lainnya.

Alat bantu dengar ini terdiri dari dua bagian, yakni bagian yang ditanam di dalam koklea serta perangkat eksternal yang dipasang di luar yang berfungsi menghantarkan suara masuk ke dalam alat yang ditanam.

Dengan demikian maka lewat implan koklea ini dapat menghadirkan harapan bagi pasien gangguan pendengaran berat untuk dapat beraktivitas seperti biasa.

Meski pemasangan dilakukan dengan mengoperasi bagian telinga, dokter Ayu menambahkan bahwa operasi ini minim risiko, bahkan di RSCM menurutnya belum ada keluhan atau komplikasi terkait pemasangan implan koklea.

Terkait perawatan, ia menjelaskan untuk perangkat internal tidak membutuhkan perawatan tertentu, dan dapat digunakan seumur hidup. Adapun hal-hal yang dapat dihindari yakni benturan keras serta menghindari olahraga dengan risiko serupa.

Untuk perangkat eksternal, hal yang perlu dihindari adalah sebaiknya tidak boleh terkena air, tidak boleh teratur dan terbanting sehingga perlu disimpan dengan baik. Namun bila akan melakukan olahraga seperti surfing atau berenang, perangkat eksternal dapat dilapisi casing anti air (waterproof).

Perangkat eksternal yang merupakan alat elektronik ini, kata dia, sebagaimana perangkat elektronik lainnya seperti gawai yang dapat diupgrade sehingga mampu menghadirkan fasilitas yang lebih baik pada waktu ke waktu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.