Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai Masyarakat Pascabanjir

📅 Jumat, 07 Mar 2025, 18:10 WIB | Oleh:
Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai Masyarakat Pascabanjir Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin/tom
Ket. Siswa membersihkan kursi usai terendam banjir di SDN 22 Pejaten Timur, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

JAKARTA - Masyarakat terdampak banjir diminta untuk mewaspadai penyakit hingga kondisi trauma mental setelah menghadapi bencana tersebut.

Dokter Puskesmas Kramat Jati dr. Rachmat Aminullah mengatakan sejumlah penyakit yang paling sering muncul pascabanjir adalah gatal-gatal, trauma fisik, dan infeksi.

"Yang paling banyak itu memang keluhan gatal-gatal, atau kita sering menyebutnya leptospirosis yang ditularkan oleh tikus atau hewan lain bisa terjadi. Gejalanya meliputi demam, dan nyeri di betis atau mata," katanya lewat diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Tidak hanya leptospirosis, kondisi trauma karena terkena pecahan dan luka yang disebabkan dalam air, diare serta infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) juga jadi sejumlah penyakit yang timbul di saat bencana.

"Kalau korban mengalami gejala-gejala, harus segera memeriksakan ke posko tanggap darurat terdekat untuk ditangani. Kita tidak boleh menganggap enteng penyakit yang kita rasakan," tegasnya.

Lebih lanjut, psikolog klinis di Puskesmas Kramat Jati Marina Nurrahmani menjelaskan bahwa tidak semua orang yang mengalami bencana banjir akan terkena trauma.

"Kebanyakan orang hanya mengalami stres, karena situasi yang tidak nyaman dan penuh ketidakpastian. dan itu wajar," kata Marina.

Namun, ia menekankan pentingnya mengelola stres dengan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional, seperti makan dengan baik, cukup tidur, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.

"Jika stres berlanjut bahkan setelah situasi membaik, bisa jadi itu trauma," tambahnya.

Marina juga menyarankan agar korban banjir mencari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional jika merasa sangat tertekan.

Banjir melanda sebagian wilayah Jakarta pada Senin (3/3) dini hari dan dipastikan telah surut pada Rabu (5/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Dengan ketinggian air lebih dari tiga meter, tenaga sanitasi Puskesmas Kramat Jati Ressa Chintiastuty mengatakan kualitas air bersih menjadi masalah utama pascabanjir.

"Kalau sumber air juga ikut terendam banjir maka air kemasan pabrik jadi solusi paling aman. Air isi ulang juga bisa digunakan, tetapi pastikan tidak terdampak banjir dan sebaiknya dimasak dulu," ujarnya.

Untuk langkah pasca terjadinya banjir, Ressa menyarankan barang-barang yang sulit kering untuk diganti secara permanen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.