Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Generasi Muda Jadi Solusi Bukan Masalah, Ibas: Kibarkan Ekonomi Kreatif Merah Putih di Dalam Negeri dan Dunia

24 Rabu, 05 Mar 2025, 13:05 WIB | Oleh:
Generasi Muda Jadi Solusi Bukan Masalah, Ibas: Kibarkan Ekonomi Kreatif Merah Putih di Dalam Negeri dan Dunia Generasi Muda Jadi Solusi Bukan Masalah, Ibas: Kibarkan Ekonomi Kreatif Merah Putih di Dalam Negeri dan Dunia Doc: istimewa
Ket. Diskusi kebangsaan “Kreatif Berkarya, Muda Berjaya: Ekonomi Kreatid ‘New Engine of Growth’”.

JAKARTA - Wakil MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) adalalah bagian tak terpisahkan dari strategi nasional untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu tipsnya dengan menjauhi sifat FOMO (Fear of Missing Out) dan membangun sifat YONO (You Only Need One).

Hal tersebut disampaikan Ibas dalam Diskusi Kebangsaan “Kreatif Berkarya, Muda Berjaya: Ekonomi Kreatid ‘New Engine of Growth’”, Selasa (4/3). “ Teman-teman Ekraf selamat datang di rumah kebangsaan, pengawal konstitusi, penjaga kedaulatan rakyat…”

“Hari ini kita tidak sedang membahas robot trading, skema ponzi palsu, binary option, atau jual beli barang palsu online, tapi kita lebih banyak ingin membahas dan mendengar tentang Ekonomi Kreatif ‘the New Engine of Growth’. Kreatif Berkarya, Muda Berjaya..” kata Ibas mengawali sambutannya.

Ketua FPD DPR RI ini kemudian memberi apresiasi pada para pelaku ekraf muda yang memiliki peran sentra dalam membangun ekonomi kreatif nasional, yang lebih kuat dan mandiri, serta tidak sedikit dalam membuka lapangan kerja baru.

“Instrumen pemberdayaan generasi muda merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi nasional untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Target pemerintahan Presiden Prabowo ekonomi tumbuh 8 persen. Sehingga ekonomi kreatif salah satu yang memiliki peran strategis sebagai ‘new engine of growth’,” ujar Ibas.

Ibas kemudian membahas bagaimana pertumbuhan Ekraf di Indonesia yang sudah dikembangkan sejak era cetak biru ekonomi kreatif Presiden SBY. Terus berkembang hingga saat ini berkontribusi pada PDB (produk domestik bruto) yang naik drastis dari 500T menjadi 1400T. Menyerap lapangan kerja hingga kini sebesar 27 juta orang.

“Ini menandakan peranan Ekraf sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi bangsa dan Gen Milenial serta Gen Z adalah aktor utamanya. Ekraf Indonesia ternyata juga diminati dunia karena memiliki nilai ekspor hingga 12,36 milliar dollar,” papar Ibas.

Lebih lanjut, sebagai Pimpinan MPR RI, Ibas turut mendengar aspirasi dan mendorong agar Ekraf Indonesia dapat selaras dengan 4 Pilar Kebangsaan dan mempertahankan Jati diri serta identitas bangsa.

“Dalam bingkai NKRI, kita haru terus menguatkan rasa cinta tanah air, dengan mengibarkan merah putih melalui ekonomi kreatif di kancah dunia. Bhinneka Tunggal Ika kita juga terus menjadi pilar pengembang dalam berkarya dan berinovasi dalam keragaman,” kata Ibas.

Menurut Ibas, hal ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau lebih dikenal dengan SDGs. “Ekraf selain bisa menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi 8%, juga dalat peningkatan devisa, penyerapan tenaga kerja, dan memberikan dampak positif pada keberagaman budaya serta meningkatkan kualitas masyarakat.”

“Kita harus cepat bermimpi mengejar apa yang ingin kita capai, yaitu ekonomi kreatif kita yang mendunia.”

Namun, Ibas menyampaikan beberapa hal yang sering terjadi di Generasi Z saat ini. Seperti FOMO (Fear of Missing Out) dan JOMO (Joy of Missing Out). “Ada istilahnya yaitu FOMO, biasanya Gen Z dan setengah milenial itu ikut fomo-fomoan, cukup latah, ada yang baru dicari, dan akhirnya tidak ada titik fokus yang ditekuni, kalau kita tidak mengikuti tren itu nanti kita malah seperti sekedar jadi JOMO.”

“Tapi sesungguhnya menurut saya, kita semua perlu YONO (You Only Need One), fokus, perlu satu yang terbaik, yang berhasil, jadi kalau sudah bisa memecahkan tantangan, kemudian lakukan, lantas tekuni, Mengapa ? Karena kalian bisa menjadi ahlinya. Keseriusan tersebut, dijawab dengan solusi untuk tantangan tantangan yang ada,” kata Ibas.

Petrus Mahendra atau yang akrab disapa Mahen, salah satu musisi muda Indonesia hadir dalam kesempatan ini dan menyampaikan aspirasinya, khusunya tentang industri permusikan. “Kami mau menyampaikan suarahati untuk pendengar semua. Di tahun terakhir ini, ketika traffict karya yang kami buat naik, namun tidak berbanding lurus dengan pendapatan. Spotify growth naik, pendapatan turun. Salah satu faktor minimnya masyarakat berlangganan platform musik secara premium, sehingga tidak banyak pendapatan. Proses produksi butuh biaya tapi platfrom tidak mendukung. Akan lebih baik jika Indonesia juga memiliki platform musik top seperti spotify namun lokal,” ungkapnya.

Ibas pun menanggapi bahwa Indonesia sejatinya memang harus berpihak pada potensi anak bangsa “Kami terus memperjuangkan dan mendorong agar usaha kreatif ini punya platform yang menguntungkan,regulasi yang tepat, dan termasuk kemudahan permodalan investasi dengan catatan usaha kita sudah siap dan mapan hitungannya. Jangan asal Nafsu Meminjam, Kemudian sulit mengembalikan yang jadinya masuk dalam lingkaran Pinjol ilegal,” katanya.

Di akhir penyampiannya, Ibas menutup dengan ajakan optimisme untuk para pelaku Ekraf “Mari kita menjadi bagian dari solusi bukan tantangan, apalagi masalah.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.