Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Diminta Ambil Langkah Konkret Selamatkan Industri Padat Karya

📅 Selasa, 04 Mar 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Pemerintah Diminta Ambil Langkah Konkret Selamatkan Industri Padat Karya Doc: antara
Ket. Chusnunia Chalim Wakil Ketua Komisi VII DPR RI - Pemerintah harus hadir untuk memastikan industri padat karya tetap bertahan. Dukungan dalam bentuk insentif, stimulus ekonomi, hingga kebijakan yang lebih ramah bagi industri harus segera diterapkan.

JAKARTA - Untuk mencegah lonjakan pengangguran karena merebaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Pemerintah diminta mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan industri padat karya yang saat ini mengalami tekanan besar. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim menanggapi maraknya gelombang PHK seperti yang menimpa PT Sri Rejeki Isman (Sritex) baru-baru ini yang memutus 12 ribu karyawannya.

“Sejak kasus Sritex, berkali-kali kami sudah meminta agar industri padat karya mendapat perhatian serius,” kata Chusnia, dalam keterangan resminya yang dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (3/3).

Menurut Chusnia, gelombang PHK di sektor industri padat karya tidak hanya berdampak pada para pekerja, tetapi juga mengancam target pertumbuhan ekonomi nasional.

Gelombang PHK massal yang terjadi di berbagai industri, termasuk di sektor tekstil dan manufaktur, telah menimbulkan kekhawatiran luas.

Kehilangan pekerjaan bagi puluhan ribu pekerja jelasnya akan berimbas pada daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berpotensi memperlambat konsumsi domestik, atau sektor yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Sebab itu, dia meminta Pemerintah mengkaji kebijakan strategis yang tepat dan dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dari krisis ketenagakerjaan tersebut. Apabila sektor itu dibiarkan dalam kondisi tidak stabil, maka pada akhirnya akan menaikkan kembali angka pengangguran dan kemiskinan.

“Pemerintah harus hadir untuk memastikan industri padat karya tetap bertahan. Dukungan dalam bentuk insentif, stimulus ekonomi, hingga kebijakan yang lebih ramah bagi industri harus segera diterapkan,” katanya.

Kebijakan Ekspansif

Menanggapi kekahwatiran itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai pendekatan kebijakan ekspansif (expansive policy) diperlukan untuk menekan terjadinya gelombang PHK.

“Kebijakan harus bersifat ekspansif, yaitu kebijakan yang lebih mendorong sektor riil untuk lebih bergeliat,” kata Esther.

Kebijakan ekspansif itu berperan untuk menurunkan tingkat pengangguran dan merangsang aktivitas bisnis atau belanja, sehingga diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.

Beberapa kebijakan ekspansif yang lebih konkret bisa melalui fiskal maupun moneter.

“Dari sisi fiskal, Pemerintah memberikan insentif pajak, atau melakukan implementasi stimulus infrastruktur (fiskal) seperti yang sudah dilakukan di tahun 2009,” kata Esther.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.