Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diskon Tarif Listrik Sumber Deflasi Dua Bulan

📅 Selasa, 04 Mar 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diskon Tarif Listrik Sumber Deflasi Dua Bulan Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Nurul Hasanudin saat menyampaikan rilis berita statistik edisi Maret 2025.

JAKARTA – Selama dua bulan ini Jakarta mengalami deflasi dengan andil besar diskon tarif listrik. “Badan Pusat Statistik mencatat penerapan diskon tarif listrik sebesar 50 persen memberi andil besar angka deflasi Jakarta untuk bulan Januari dan Februari,” tutur Kepala BPS Jakarta, Nurul Hasanudin, Senin (3/3).

Pada bulan Januari, diskon tarif listrik memberikan andil deflasi bulanan sebesar 1,94 persen. Sedangkan untuk bulan Februari, andilnya 0,91 persen. Menurut Nurul, dari 11 kelompok pengeluaran, diskon tarif listrik memiliki pengaruh signifikan terhadap warna inflasi Jakarta dalam dua bulan terakhir.

Adapun bulan Januari, Jakarta mengalami deflasi bulanan sebesar 1,50 persen. Sedangkan pada bulan Februari 0,29 persen. “Di tingkat nasional deflasinya cukup dalam di minus 0,48 persen. Kita berada di level minus 0,29 persen,” kata Nurul.

Dia mengemukakan berbeda dengan dua tahun sebelumnya, pada tahun ini terjadi deflasi untuk pertama kalinya pada bulan Februari yang didorong diskon tarif listrik. Nurul lalu menyebutkan, selain tarif listrik, komoditas lain yang juga memberi andil deflasi Jakarta bulan Februari adalah bawang merah (0,04 persen), cabai rawit (0,03 persen), cabai merah (0,02 persen), dan tomat (0,02 persen).

Sementara itu, secara tahunan, Jakarta juga tercatat mengalami deflasi. Dia menjelaskan, deflasi Jakarta Februari 2025 secara tahunan sebesar 0,59 persen. Penyumbang utama deflasi bulan Februari 2025 secara tahunan adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil deflasi sebesar 2,16 persen.

Sama seperti deflasi bulanan, komoditas utama penyumbang pada kelompok ini adalah tarif listrik dengan andil 2,28 persen. Komoditas lainnya yang juga berkontribusi deflasi Jakarta secara tahunan adalah cabai merah (0,12 persen), tomat (0,04 persen), daging ayam ras (0,02 persen), dan tarif kereta api (0,02 persen).

Pemerintah menetapkan pemberian diskon sebesar 50 persen untuk tarif listrik pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya sampai dengan 2.200 VA untuk pemakaian bulan Januari 2025 (yang akan dibayar bulan Februari) dan Februari 2025 (yang akan dibayar pada rekening bulan Maret).

Sedangkan, pelanggan prabayar diberi diskon secara langsung ketika pembelian token listrik Januari dan Februari. Dengan begitu, masyarakat cukup membayar harga token setengah dari pembelian bulan sebelumnya untuk mendapatkan kWh yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.