Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tarif Amerika Serikat Pengaruhi Kebijakan Perekonomian Global

24 Jumat, 28 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tarif Amerika Serikat Pengaruhi Kebijakan Perekonomian Global Tarif Amerika Serikat Pengaruhi Kebijakan Perekonomian Global Doc: istimewa
Ket. Perekonomian Global

Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyampaikan bahwa kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mempengaruhi kebijakan perekonomian global.

 “Sebagai salah satu contohnya adalah bagaimana tarif yang dikenakan kepada Meksiko dan juga Kanada dan juga Tiongkok ini akan berpotensi berdampak kepada perekonomian Amerika Serikat itu sendiri. (Ini) berpotensi adanya inflasi, berpotensi ada penurunan dari daya beli masyarakatnya, ketidakpastian iklim bisnis dengan adanya hambatan perdagangan di masa depan, dan juga tarif balasan dari mitra dagang.” ucap Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian PPN/Bappenas Laksmi Kusumawati dalam Seminar Nasional: Outlook Hukum dan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (27/2).

Seperti dikutip dari Antara, sejak hari pertama menjabat, Trump menyetujui perintah eksekutif untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen kepada Meksiko dan Kanada yang mulai efektif pada awal Februari 2025, yang kemudian diundur menjadi awal Maret 2025. Trump turut memberikan tarif sebesar 10 persen bagi seluruh barang impor dari Negeri Paman Sam ke Tiongkok. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi untuk perekonomian AS sendiri maupun dunia.

Pengenaan tarif berpotensi meningkatkan inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) sebesar 0,6 persen pada tahun 2026, lalu dapat menurunkan daya beli masyarakat seiring kenaikan harga barang maupun jasa dan penurunan upah riil.

Kemudian juga bisa menyebabkan ketidakpastian iklim bisnis terkait hambatan perdagangan di masa mendatang, sehingga mempengaruhi Return of Investment (ROI), terutama sektor bisnis yang mengandalkan barang impor.

Terakhir, kebijakan tarif AS berpeluang menimbulkan tarif balasan bagi mitra perdagangan Internasional AS, sehingga bisa menurunkan daya saing produk ekspor AS.

“Apabila kita lihat dari perekonomian dunia, dengan adanya kebijakan dari Presiden Trump ini, maka Meksiko pun dengan pengenaan tarif 25 persen ini juga akan bisa mendorong potensi Meksiko mengalami perekonomian yang menurun (karena peningkatan biaya produksi perusahaan Meksiko, khususnya di bidang manufaktur), namun juga akan melakukan balasan kepada Amerika Serikat. Demikian pula dengan Kanada, potensi ini akan juga melakukan adanya balasan dan ini akan mengganggu kinerja perekonomian baik di AS, Kanada, ataupun global,” ungkap Laksmi.

Penggerak Inovasi

Secara terpisah, menanggapi ketegangan perdagangan global dan perang tarif, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, tenaga kerja yang produktif merupakan pendorong utama inovasi dan peningkatan daya saing.

“Tenaga kerja yang terampil dan produktif menjadi pendorong utama inovasi, pencipta daya saing, serta peningkatan kesejahteraan pekerja,” kata Menaker di Jakarta, Kamis.

Dalam situasi ini, negara yang memiliki tenaga kerja dengan keterampilan tinggi, fleksibilitas, dan kemampuan berinovasi lebih siap menghadapi tantangan tersebut. Menaker menilai bahwa pekerja atau buruh harus mendapatkan kesempatan untuk terus mengasah keterampilan.

“Dengan keterampilan dan produktivitas yang tinggi, tenaga kerja dapat meningkatkan produktivitas perusahaan sebagai salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, tenaga kerja yang terampil dan terdidik tersebut dapat menjadi penggerak inovasi dalam berbagai sektor ekonomi. Inovasi yang dihasilkan dari tenaga kerja pun pada tahap selanjutnya dapat membantu meningkatkan kinerja perusahaan.

Selain itu, Menaker menilai bahwa pekerja atau buruh yang kompeten membuat perusahaan lebih kompetitif baik di dalam negeri maupun di pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Megapolitan
Jalan Muchtar Tabrani Bekas...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Atasi Genanga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.